UJI ADAPTASI ENAM NOMOR LENGKUAS DI TIGA LOKASI

UJI ADAPTASI ENAM NOMOR LENGKUAS DI TIGA LOKASI

N. Bermawie, S. Purwaiyanti, Melati dan Nurlaela MW

PENDAHULUAN

Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan tanaman obat yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Meningkatnya permintaan masyarakat akan produk bahan alam sebagai obat untuk menanggulangi berbagai penyakit, memerlukan kajian berbagai jenis tanaman tanaman obat yang lebih mendalam.

Lengkuas banyak digunakan sebagai bahan penyedap masakan dan bahan baku obat. Ada dua jenis lengkuas yang dikenal umum yaitu lengkuas dengan rimpang berwarna merah dan lengkuas dengan rimpang berwarna putih. Umumnya untuk penggunaan sebagai obat biasa digunakan jenis lengkuas merah, sedang untuk bumbu masak adalah lengkuas putih. Dalam farmakologi Cina tanaman ini mempunyai sifat anti anti jamur dan anti kembung. Penggunaanya sebagai obat adalah untuk obat reumatik, bronkitis, obat nafsu makan, gairah sex, dan lain-lain. Pemanfaatan lengkuas sebagai bahan obat semakin luas dengan ditemukannya berbagai aktivitas biologis yang bermanfaat, antara lain sebagai anti oksidan, immunomodulator, menekan reaksi hipersensitif, alergi, autoimmune dan menekan rasa sakit (Weidner et al., 2007).

Permasalahan dalam pengembangan produk obat yang berasal dari bahan alam adalah tidak adanya jaminan ketersediaan bahan baku yang konsisten dalam pasokan, jaminan mutu dengan kandungan bahan aktif yang sesuai. Selama ini banyak tanaman obat yang diambil langsung dari alam tanpa usaha budidaya, sehingga pasokan bahan baku dan kandungan zat berkhasiatnya kurang terjamin. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan budidaya tanaman menggunakan benih unggul pada kondisi agroklimat yang sesuai dengan teknik budidaya sehingga mampu mendukung munculnya potensi genetik yang optimal.

Salah satu cara memperoleh varietas unggul adalah dengan melakukan seleksi nomor unggul dari plasma nutfah yang dilanjutkan dengan uji adaptasi atau uji multilokasi pada nomor-nomor yang terseleksi pada berbagai agroekologi. Seleksi akan berhasil bila keragaman genetik plasma nutfah tinggi.

          Dua puluh dua aksesi plasma nutfah lengkuas yang diperoleh dari pengumpulan dari berbagai daerah menunjukan keragaman pada jumlah anakan 5-53 anakan/rumpun, tinggi tanaman 30-182 cm, panjang daun 15-39 cm dan lebar daun 5-9 cm, bobot rimpang 100–2600 g/rumpun. Variasi juga ditunjukkan pada kandungan senyawa kimia pada umur 7 dan 9 BST. Pada umur 7 BST, terdeteksi 15-28 macam bahan aktif dengan komponen utama dengan nilai diatas 5% sebanyak 2-7 macam. Sedangkan pada panen umur 9 bulan, dideteksi 8-17 bahan aktif dengan komponen utama 2-6 macam. Komponen utama ekstrak tersebut adalah Benzoic acid, 2,4-dimetyl-,me; Benzoic acid, 2,6-dimethyl-, (CA; Hexadecanoic acid (CAS); Indenol; Benzaldehyde, ethenyl- (CAS) $$.; Quinoline, 1, 2, 3, 4 – tetrahydro-; Chroman-4-ol; 2,2 Dideuterio-1-tetralol (Bermawie et al., 2010).Delapan nomorterpilih memiliki bobot rimpang>1 kg/rumpun yaitu aksesi  LM-5, LM7, LM8, LM9, LP5, LP6, LP7 dan LP8 pada umur 9 BST. Lima aksesi terbaik yang mempunyai potensi produksi 30 ton/ha dipilih untuk dilakukan uji adaptasi + 1 kultivar lokal sebagai pembanding (Bermawie et al., 2009; Bermawie et al., 2010) untuk memperoleh kandidat varietas unggul.

          Potensi hasil dan mutu suatu tanaman sangat berfluktuasi ditentukan oleh stabilitas genotipe terhadap musim, atau kondisi lingkungan yang berbeda. Suatu genotipe tidak selalu menghasilkan fenotipe yang sama pada semua kondisi liingkungan dan genotipe berbeda seringkali menunjukkan hasil yang berbeda pada kondisi lingkungan spesifik (Tyagi dan Khan, 2010). Hal ini disebabkan karena akspresi gen seringkali berubah tergantung kepada kondisi lingkungan. Oleh sebab itu ekspresi genotipe untuk suatu fenotipe ditentukan oleh lingkungan (Kang, 1998). Sehingga keberhasilan program pemuliaan untuk mendapatkan varietas unggul untuk sifat sifat yang bernilai ekonomi penting seperti hasil dan mutu tergantung kepada kestabilan sifat tersebut pada kondisi lingkungan.Salah satu metode yang dapat dipergunakan dalam menduga adaptabilitas dan stabilitas fenotipik seperti hasil dan mutu adalah dengan cara melakukan pengujian berulang pada berbagai lingkungan tumbuh yang beragam (Singh dan Chaudhary, 1979).Respon genotipe yang tidak konsisten terhadap faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban udara, jenis tanah, kesuburan dari lokasi ke lokasi, tahun ke tahun, musim ke musim, adalah fungsi dari interaksi genotipe x lingkungan (Baker, 1988). Identifikasi genotipe yang memiliki sifat sifat yang berkontribusi terhadap hasil dan mutu, pengetahuan tentang interaksi genotipe x lingkungan dan stabilitas hasil dan mutu sangat penting dalam pemuliaan untuk menghasilkan varietas yang memiliki daya adaptasi yang baik pada kondisi lingkungan yang diinginkan (Ezatollah, 2012). Oleh sebab itu uji adaptasi pada berbagai kondisi lingkungan diperlukan sehingga diketahui genotipe yang stabil sesuai dengan yang diinginkan.

Uji adaptasi atau multilokasi pada berbagai kondisi lingkungan diperlukan untuk mengetahui genotipe yang stabil sesuai dengan yang diinginkan. Genotipe yang ideal adalah genotipe yang menunjukkan rata rata hasil tinggi dan konsisten pada berbagai kondisi agroekologi (ANNICCHIARICO, 2002; YAN dan KANG, 2003). Namun, tidak mudah mendapatkan genotipe ideal, sehingga genotipe yang dipilih biasanya yang menunjukkan hasil mendekati rata-rata pada berbagai kondisi agroekologi walaupun bukan genotipe yang paling stabil (YAU dan HAMBLIN, 1994).

Menurut pedoman pelepasan varietas, uji adaptasi harus dilakukan di daerah sentra pengembangan komoditas selama dua musim tanam untuk tanaman semusim. Oleh sebab itu, uji adaptasi lima nomor harapan lengkuas dilakukan pada tiga sentra produksi lengkuas yaitu Kabupaten Lebak, Banten; Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta dan Kabupaten Karang Anyar,Jawa Tengah sejak tahun 2011/2012 dan dilanjutkan pada musim kedua tahun 2012/2013.

Tujuan kegiatan ini adalah memperoleh data pertumbuhan, morfologi, dan produksi serta mutu lengkuas di 3 lokasi tahun kedua.

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *