PERSIAPAN PELEPASAN PURWOCENG

PERSIAPAN PELEPASAN PURWOCENG

O. Rostiana, W. Haryudin, S. Aisyah, D. Surahman, D. Djumadi, Noviar

ABSTRAK

Purwoceng (Pimpinella pruatjan) merupakan tanaman obat asli Indonesia berkhasiat afrodisiak, tumbuh di DT. Dieng, Jawa Tengah, yang dikategorikan sebagai spesies langka. Kandungan bahan aktif dan pemanfaatannya di dalam pemeliharaan kesehatan sudah banyak diteliti, namun belum tersedia varietas unggul yang sudah dilepas, terutama untuk spesifik lokasi, diluar habitat alaminya. Budidaya purwoceng di h√°bitat asalnya dengan ketinggian >1900 m dpl., terkendala oleh tanaman kompetitor dengan masa panen lebih cepat dan nilai ekonomi lebih menjanjikan. Oleh karena itu, dipacu untuk mengembangkan komoditi tersebut di daerah baru dengan elevasi lebih rendah melalui adaptasi spesifik lokasi. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diperoleh varietas unggul purwoceng yang mampu berkembang di daerah dengan ketinggian <1900 m dpl dan dapat diproduksi serta diedarkan benih untuk pengembangan budidayanya di lokasi baru yang sesuai. Tujuan dari pelepasan/pendaftaran varietas unggul purwoceng adalah untuk memenuhi ketentuan Undang Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman. Purwoceng (Pipru-05) yang berhasil diadaptasikan pada kondisi agroekologi Gunung Putri, dengan ketinggian tempat 1.500 m dpl., mempunyai produksi simplisia segar yang berupa akar sekitar 9,27 g/tanaman, terna sekitar 17,17 g/tanaman dan total sekitar 26,43 g/tanaman. Mutu purwoceng Pipru-05 lebih baik dari pertanaman di habitat aslinya (ketinggian 2.000 m dpl.) pada kandungan sitosterol 0,69% (daun) dan 1,10% (akar); stigmaterol 0,84% (daun) dan 1,09% (akar); bergapten 0,23% (daun) dan 0,63% (akar); saponin 0,86% (daun) dan 0,90% (akar); kadar sari larut air 28,67% (daun) dan 28,36% (akar); kadar sari larut alkohol 11,86% (daun) dan 10,06% (akar). Hal ini membuktikan, purwoceng dapat dikembangkan pada kondisi agroekologi Gunung Putri dengan ketinggian <2.000 m dpl., serta daerah lain dengan kondisi lingkungan serupa dengan Gunung Putri, sehingga layak untuk dilepas/didaftarkan sebagai varietas unggul dengan nama PRUACAN 1.

Kata kunci: Pimpinella pruatjan Molk., varietas unggul

ABSTRACT

Pruatjan is well known as Indonesian indigenous herbal medicine for aphrodisiac properties. This endanger species grows at a limitted area in Dieng, Central Java. Study on active compound and the efficacy of pruatjan as an aphrodisiac has been widely explored recently. However, the superior variety especially for specific location out of its naturally habitat, has not yet been provided. Cultivation of pruatjan in its natural habitat, over 1900 m asl., was limited due to the higher economic value of the competitor crops such as potato and others vegetable crops.Therefore, newly genotype adaptable to lower latitude were developed through positive-mass selection methods, and then observed for two years continuously. So then, the seeds could be legally disseminated and used by farmer for their mass production following the rules of Cultivation System as UU 12/1992 and goverment rules No. 44/1995 about Seeds Production System. Pruatjan (Pipru-05) has been selected as newly variety adaptable to Gunung Putri agroecosystem, with the latitude of 1500 m asl., having root yield about 9.27 g/plant, herb of 17.17 g/plant and totally yielded 26.43 g/plant. These Pipru-05 quality was also found to be higher then that of population grown at its naturally habitat (2000 m als.), with sitosterol content of 0.69% (leaf) and 1.10% (root); stigmaterol of 0.84% (leaf) and 1.09% (root); bergapten of 0.23% (leaf) and 0.63% (root); saponin of 0.86% (leaf) and 0.90% (root); water-soluble extract of 28.67% (leaf) and 28.36% (root); ethanol-soluble extract of 11.86% (leaf) and 10.06% (root). These results has proven that pruatjan could be cultivated at the latitude lower than its naturally habitat of about 2000 m als., such as Gunung Putri and other region with the same agroecosystem as Gunung Putri. Therefore, this genotype of pruatjan is recommended as newly superior variety to be released, with the registered name of PRUACAN 1.

Keywords: Pimpinella pruatjan Molk., superior variety

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *