FORMULASI LARVASIDA NABATI BERBASIS MINYAK BIJI KAMANDRAH (Croton tiglium L.) TERSTANDAR SEBAGAI PENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE Botanical larvicides formulation based on standardized of kamandrah’s (Croton tiglium L.) seed oil as preventive of d

 FORMULASI LARVASIDA NABATI BERBASIS MINYAK BIJI KAMANDRAH (Croton tiglium L.) TERSTANDAR SEBAGAI PENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE Botanical larvicides formulation based on standardized of kamandrah’s (Croton tiglium L.) seed oil as preventive of dengue haemorrhagic fever

Evul Winoto 2), Dyah Iswantini 1,2), Irmanida Batubara 2), dan Upik Kesumawati Hadi 3)

1) Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB Jalan Taman Kencana No. 3 Bogor dyahprado@yahoo.co.id 2) Departemen Kimia FMIPA IPB, Bogor 16680 3) Departemen Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Bogor 16680 (diterima 10 Desember 2013, direvisi 16 Desember 2013, disetujui 23 Desember 2013)

ABSTRAK

Kamandrah (Croton tiglium L.) merupakan tanaman obat yang banyak terdapat di Kalimantan. Biji kamandrah banyak dimanfaatkan sebagai obat pencahar, racun ikan, dan pembunuh jentik nyamuk. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formula minyak biji kamandrah untuk larvasida nabati yang efektif, aman dan mendapatkan minyak kamandrah terstandar sebagai bahan baku larvasida nabati. Analisis fisiko kimia minyak biji kamandrah hasil budidaya di Sukabumi memberikan hasil kadar air 0,33%, keasaman 0,09%, viskositas 4,1 cP, berat jenis 0,9425 g ml-1, indeks bias 1,4788 serta kadar asam lemak bebas 1,65%. Hasil uji ini lebih baik dibanding dengan tanpa budidaya dari Kalimantan dan Sukabumi. Uji menggunakan spektrofotometri menunjukkan kandungan piperine minyak biji kamandrah hasil budidaya Sukabumi sebesar 0,046%; tanpa budidaya dari Sukabumi dan Kalimantan masing-masing 0,043% dan 0,037%. Kandungan piperine berpengaruh terhadap hasil uji efikasi larva nyamuk Aedes aegypti instar III, nilai LC50 pengamatan 24 jam minyak kamandrah hasil budidaya Sukabumi sebesar 114,4 ppm, minyak kamandrah tanpa budidaya dari Sukabumi dan Kalimantan masing-masing 125,2 dan 212,9 ppm. Formulasi larvasida metode granulasi basah terhadap minyak biji kamandrah hasil budidaya Sukabumi menunjukkan, kandungan minyak kamandrah 15% dengan emulsifier gom arab memberikan hasil paling efektif dengan nilai LC50 24 jam sebesar 210,01 ppm. Uji stabilitas formula larvasida nabati minyak biji kamandrah yang disimpan pada temperatur 30, 40 dan 50oC selama 28 hari menunjukkan tidak ada perubahan fisik pada granul. Selama penyimpanan terjadi peningkatan kandungan piperine dalam formula larvasida antara 0,6-234%. Uji durabilitas formula larvasida terhadap larva A. aegypti menunjukkan penurunan potensi larvasida sampai di bawah 50% pada hari ke 12 setelah aplikasi.

Kata kunci: Croton tiglium, larvasida nabati, standarisasi, formulasi

ABSTRACT

Kamandrah (Croton tiglium L.) seeds have been used as laxative, fish poison, and larvicides. The study was aimed to obtain the optimal formula of kamandrah seed oil as biological larvicides, and to get standardized kamandrah oil as material for biological larvicides products. The physico-chemical analysis of cultivated-kamandrah seed oil from Sukabumi showed that the moisture content was 0.33%, acidity 0.09%, viscosity 4.1 cP, density 0.9425 g mL-1, refractive index 1.4788, and free fatty acid 1.65%, better than non-cultivated plants from Kalimantan and Sukabumi. The spectrophotometric method test of kamandrah oil samples showed that the piperine content of cultivated plant from Sukabumi was 0.046%, while the non-cultivated plants from Sukabumi and Kalimantan was 0.043 and 0.037% respectively. The piperine content of kamandrah oil affected the efficacy as larvicide for the 3rd instar larvae of Aedes aegypt. The LC50 value of a 24 hour observation on cultivated plant kamandrah oil from Sukabumi was 114.4 ppm, and LC50 value for non-cultivated plants from Sukabumi and Kalimantan were 125.2 ppm and 212.9 ppm respectively. The larvicidal formulation of a wet granulation method was done on kamandrah seed oil. Formula with 15% kamandrah oil content with gum arabic as an emulsifier provided the most effective result. The formula stored at a temperature of 30, 40 and 50oC for 28 days showed no physical change in the granule. During the storage, the piperine content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *