Tanaman Obat “Eksotik” Ramaikan HPS di Makasar

Makasar, 6-11 Nopember 2014 – Hari Pangan Sedunia ke-34 dan Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) ke-7 tahun 2014 diselenggarakan di Makassar (6-11 Nov’14). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) ikut berpartisipasi melalui gelar teknologi, dan pameran dengan menampilkan berbagai varietas, komoditas unggul, hasil pascapanen (jagung, sagu dan sorgum), varietas buah dan sayur, jamu herbal aromatic, tanaman  obat “eksotik”, dan tanaman hias.

Pameran HPS ke-34 Tahun 2014 ini bertemakan “ Pertanian Bioindustri Berbasis Pangan Lokal Potensial” untuk tingkat Nasional dan “Family Farming : Feeding The World Caring For The Earth” untuk tema Internasionalnya. Dalam peringatan HPS ke -34 dan PF2N ke-7 ini dihadiri oleh Ibu Mufidah Yusuf Kalla. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Yusup Kalla (JK) yang tak bisa menghadiri langsung pembukaan acara ini. Pembukaan secara simbolis acara ini dilakukan dengan pemukulan gong oleh Ibu Mufidah Yusuf Kalla ditemani Gubenur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Gubenur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, dalam sambutan pada pembukaan HPS dan PF2N mengatakan bahwa Pertanian saat ini telah mampu menjanjikan kehidupan bagi rakyat serta pendapatan yang baik untuk kehidupan masa depan. Acara ini merupakan dua event besar dalam waktu bersamaan dari tanggal 6-11 Nopember 2014 yang dipusatkan di Taman Maccini Sombala, Makasar.

Adapun tujuannya memperkuat kerjasama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional; Menstimulasi dan memotivasi para stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan ketahanan pangan dan penyebaran teknologi yang efektif dan efisien untuk peningkatan produksi pangan; Penyebaran informasi kepada masyarakat tentang pentingnya optimalisasi sumber daya lokal untuk kemandirian pangan; Meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi; serta sebagai ajang promosi dan edukasi dalam rangka ketahanan dan kemandirian pangan, ujar Gubernur Sulsel.

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan World Food Day melalui Resolusi PBB No. 1/1979 di Roma Italia, dimana dipilih tanggal 16 Oktober yang bertepatan dengan terbentuknya FAO. Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, seluruh negara FAO termasuk di Indonesia memperingati HPS secara Nasional pada setiap tahun. Penyelenggaraan HPS di Indonesia dijadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat  Indonesia maupun dunia. (Efiana/Balittro).

2 thoughts on “Tanaman Obat “Eksotik” Ramaikan HPS di Makasar

  • Wednesday January 29th, 2020 at 02:06 PM
    Permalink

    It is not my first time to go to see this web site, i am browsing this site dailly and obtain fastidious information from here.

    Reply
    • Thursday January 30th, 2020 at 01:13 AM
      Permalink

      Thank you to visit web balittro

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *