Balittro siap menghadapi re-Akreditasi 2020

Dalam rangka menghadapi re-Akreditasi 2020, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) menugaskan dua orang Staf Redaksi Pelaksana Open Jurnal System (OJS), Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Buletin Littro) untuk mengikuti acara “Workshop Pengelolaan Jurnal Elektronik untuk Terbitan Berkala Ilmiah lingkup Balitbangtan”. Acara workshop diselenggarakan di Hotel Golden Flower Bandung selama tiga hari dari tanggal 19-21 November 2019.
Acara pembukaan workshop diawali dengan laporan dari panitia pelaksana, yang diwakili oleh Bapak Hendra selaku Ka Sub Bag Datin, dalam laporannya beliau melaporkan bahwa workshop dihadiri oleh 34 peserta dari 16 satker Badan Litbang Pertanian dan 1 satker dari Sekretariat Badan Litbang Pertanian. Ka Sub Bag Datin menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menghadapi akreditasi jurnal tahun 2020 yang memiliki banyak tantangan, sehingga diharapkan tim redaksi pelaksana pengelola open jurnal system mampu menambah wawasan dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan untuk menyebarluaskan hasil inovasi Badan Litbang Pertanian serta memperluas network. Acara workshop diresmikan oleh Kepala Balitsa Bapak Dr. Catur Hermanto, pada kesempatan ini Kepala Balitsa menyampaikan bahwa keberlangsungan terbitan ilmiah tergantung sitasi, terkait jurnal online diharapkan dapat menambah network ke berbagai instansi.
Pada hari pertama kegiatan setelah pembukaan, materi pertama dibawakan oleh Kemenristek Dikti yaitu Dr. Lukman, ST., M.Hum yang memaparkan materi mengenai “Seluk Beluk Akreditasi Jurnal”. Dalam materinya, beliau menyampaikan bahwa dari peringkat 1-6, OJS yang dimiliki oleh Badan Libang Pertanian semuanya berada pada peringkat ke-2. Untuk mendongkrak peringkat OJS Badan Litbang Pertanian maka diperlukan strategi yang tepat dalam menghadapi berbagai permasalahan.
Materi pada hari kedua di isi oleh Prof. Supriyadi dari Balittro dengan judul “Kiat menghindari Plagiarism”. Dalam materinya beliau berpesan bahwa modal utama kita adalah bahasa. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa menghindari plagiarism sangat penting dalam mendongkrak peringkat akreditasi secara global. Walaupun yang menjadi kendala bahwa tools yang digunakan adalah berbayar dan sangatlah mahal, namun hal itu bukan menjadi kendala kita untuk menghindari plagiarism. Ada banyak tools yang gratis bisa diunduh, seperti plagiarism detector dan edubirdie. Pada hari kedua materi juga dibawakan oleh Bapak Slamet Sutriswanto dari Pustaka yang berjudul “Indeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ)”. Dalam materinya beliau berbagi informasi mengenai DOAJ secara luas dan berbagi tips bagaimana cara mendaftar ke DOAJ, dari 25 Jurnal terakreditasi baru ada 4 jurnal yang sudah terindex di DOAJ dan 2 jurnal diharapkan dapat mengajukan akreditasi skala global/ internasional. Diharapkan yang belum terindex bisa segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan karena yang belum terindex kesiapannya sudah mencapai sebanyak 75%, butuh sedikit lagi untuk mempersiapkan kelengkapan persyaratan sebelum pengajuan akreditasi 2020. Di hari kedua setelah materi terakhir, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan latihan menggunakan software OJS 3.0 hingga hari ketiga yang dipandu oleh TIM OJS Balitbangtan. Semua peserta workshop sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini. Workshop ditutup oleh Bapak Hendra selaku Ka Sub Bag Datin. Dalam penutupannya beliau berpesan kepada pengelola jurnal untuk segera menindak lanjuti kelengkapan yang belum terpenuhi berdasarkan dari hasil rekap checklist pada praktik OJS hari kedua dan ketiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *