Sulawesi Barat Kembangkan Seraiwangi sebagai Penghasil Minyak Atsiri

Pada Kamis, 7 November 2019, Gubernur Sulawesi Barat, Bapak Andi Ali Baal Masdar mengunjungi kebun benih seraiwangi di Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Kebun benih seraiwangi dibangun  di Sumarorong seluas dari varietas Seraiwangi 1 dan Sitrona 2 Agribun. Varietas ini merupakan varietas unggul seraiwangi telah dilepas Kementerian Pertanian sebagai hasil penelitian dan pengujian  Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Baliittro), Puslitbangbun, Badan Litbang Pertanian, dengan potensi genetik rendemen minyak diatas 1,5 % dan kandungan sitronella diatas 35. Sehingga diharapkan akan menghasilkan minyak seraiwangi (citronella oil) dengan mutu yang baik untuk memenuhi SNI, dan dapat diterima dipasar dunia. Minyak ini disuling dari daun seraiwangi, mengandung geraniol, sitronelal, borneol, limorem, kempen, dipenten, geranil, asetat, metil eugenol, farresol, dll. Dua senyawa penting yang menjadi standar mutu minyak seraiwangi adalah sitronellal dan geraniol yang merupakan bahan dasar pembuatan ester untuk parfum dan kosmetik. Sebagian besar produk minyak serai wangi diekspor untuk dipergunakan dalam industri sabun, parfum, kosmetik, antiseptik, aromaterapi, pengusir serangga,  karbol, dan bahan aktif pestisida nabati. Banyaknya penggunaan minyak ini masih berpeluang untuk dikembangkan.
Kebun benih seraiwangi dibangun PT. Kencana Hijau Binalestari, sebagai perbanyakan benih yang akan dibagikan pada masyarakat Mamasa untuk dikembangkan. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur berpesan agar dapat menyiapkan benih sebaik-baiknya sehingga seraiwangi dapat berproduksi sesuai harapan, dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Untuk mendukung budidaya seraiwangi dalam jangka pendek, untuk kebutuhan pupuk organiknya, Gubernur langsung menelpon peternakan sapi di Kab. Sidrap. Dan untuk jangka panjang diharapkan dapat dibangun peternakan sapi, karena limbah seraiwangi dapat digunakan sebagai pengganti pakan hijauan ternak. Penanaman seraiwangi yang mungkin juga ditumpangsarikan dengan tanaman tahunan lainnya seperti kayu putih, sehingga seraiwangi dapat berfungsi sebagai konservasi lahan, apalagi dengan topografi Kabupaten Mamasa yang berbukit-bukit. Gubernur berpesan, PT. KHBL untuk dapat bersinergi dengan dinas, dan  kementerian terkait sehingga pengembangan seraiwangi, dan atsiri secara umum dapat berhasil dengan baik serta berdampak untuk kesejahteraan masyarakat petani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *