Pendampingan Teknis Pengujian Minyak Atsiri

Bogor, 28-29 Oktober 2019. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) melakukan Pendampingan Teknis Pengujian Minyak Atsiri Khusus Pengujian Mutu Minyak Pala, Serai Wangi dan Nilam, peserta berasal dari UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Aceh.

Kegiatan Pendampingan teknis ini dibuka oleh Dra. Nur Maslahah, M.Si didampingi oleh Hikmat, S.Si selaku Narasumber Pengujian Mutu. Pendampingan teknis Perdana ke Balittro ini untuk meningkatkan kompetensi dan keaktifan dalam Pengujian Minyak Atsiri dan menyamakan presepsi pengujian mutu Minyak Atsiri berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI),” ujar Putri Bungsu, ST peserta pendampingan teknis.
Minyak Atsiri merupakan salah satu produk tumbuhan yang mempunyai nilai ekspor cukup tinggi. Di Indonesia terdapat kurang lebih 14 macam minyak atsiri yang diperdagangkan dan digunakan dalam industri farmasi, parfum, kosmetika, sebagai bahan pengawet dan sebagainya. Sebagian minyak atsiri Indonesia diproduksi oleh penyuling-penyuling dengan cara yang sederhana, sehingga mutunya perlu ditingkatkan, agar dapat bersaing di pasaran Internasional.

Hikmat, S.Si selaku narasumber menyampaikan ada beberapa Parameter Pengujian Mutu Minyak Atsiri sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) diantaranya 1). Parameter Pengujian Mutu Berat Jenis merupakan metode yang didasarkan dengan menentukan angka banding antara bobot minyak dan bobot air suling pada suhu dan volume yang sama; 2). Parameter Pengujian Indeks Bias merupakan metode yang didasarkan pada pengukuran langsung sudut bias minyak yang dipertahankan pada kondisi suhu yang tetap; 3). Parameter Pengujian Putaran Optik merupakan metode yang didasarkan pada pengukuran sudut bidang dari sinar terpolarisasi yang diputar oleh lapisan minyak yang tebalnya 100 mm; 4). Parameter Pengujian Kelarutan dalam Alkohol dalam metode ini Minyak Atsiri dinyatakan larut apabila menghasilkan larutan yang jernih jika dicampur etanol dengan nisbah volume 1:1; 5). Parameter Pengujian Uji Warna dalam metode ini penentuan warna pada minyak atsiri dilakukan dengan pengamatan secara visual terhadap contoh minyak atsiri; 6). Parameter Pengujian Uji Bau dalam metode ini menggunakan indra penciuman langsung terhadap contoh minyak atsiri yang diteteskan pada kertas uji (test paper).

Hasil Pendampingan teknis pengujian mutu minyak atsiri selama 2 hari di Balittro ini telah menjawab semua pertanyaan dan kendala yang selama ini dihadapi oleh para analis kimia atsiri di BPSMB Pemerintah Aceh,’Ujar Martunis, Ssi. Harapannya komunikasi dan kerjasama ini ke depan tetap terjalin sehingga bisa saling sharing satu sama lain sebagai analis kimia terutama ketika menghadapi kendala di lapangan. (efiana/Balittro)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *