VARIETAS UNGGUL BARU CENGKEH SIANTAN AGRIBUN

Dalam rangka mendukung program mengembalikan kejayaan rempah Indonesia, pemerintah mencanangkan program BUN 500 melalui pengembangan maupun rehabilitasi areal pertanaman yang rusak sehingga diperlukan benih unggul. Ketersediaan benih unggul cengkeh seringkali terbatas,  baru empat varietas yang telah dilepas yaitu Zanzibar Karo, Zanzibar Gorontalo, AFO dan Tuni Bursel. Letak geografi yang berjauhan dengan wilayah pengembangan secara umum dan fluktuasi hasil panen juga mempengaruhi ketersediaan benih. Penyediaan sumber benih unggul yang beragam varietas pada wilayah dengan kondisi geografi yang beragam sangat penting, untuk menjaga kesinambungan produksi termasuk penyediaan benih. Sedangkan untuk menjaga keberlanjutan budidaya cengkeh, sumber benih dengan tipe cengkeh yang berbeda diperlukan.

Pertanaman cengkeh di Pulau Siantan tergolong cengkeh tipe Siputih. Pertanaman cengkeh di blok Tiangau dimulai tahun 1973 oleh Bapak Zainal Abidin yang sumber benihnya diperkirakan berasal dari Sulawesi Utara. Seleksi BPT telah dilakukan di blok Tiangau pada luasan 4 Ha dengan jumlah populasi  225 tanaman, rata rata produksi BPT adalah  28,50 kg bunga kering (85 kg bunga segar). Hasil seleksi individu pada BPT Tiangau berdasarkan produksi bunga > 100 kg bunga segar  per pohon, terpilih 20 pohon induk dengan kisaran umur 30-46 tahun dengan kode aksesi SAG 01-020 dan selanjutnya dilepas dengan nama  Siantan Agribun. Keunggulan cengkeh varietas Siantan Agribun adalah mempunyai keseragaman penampilan morfologi cukup tinggi, produksi bunga segar rata rata 111,42 ± 12,39 kg setara dengan 44,57 ± 4,96 kg bunga kering per pohon per tahun panen, ukuran bunga 0,41 ± 0,02 g (lebih besar dari cengkeh Zanzibar), kadar minyak atsiri  17,05 ± 1,59 %, total eugenol 77,45 ± 3,14 %, kadar true eugneol  74,66 ± 1,79 %, kadar ß-caryophyllen 20,26 ± 2,38 % , humulene 2,12 ± 0,33 % eugenil acetate %. Sebagai pembanding produksi rata-rata bunga cengkeh segar varietas Zanzibar Karo 47 kg,  AFO 103 kg,  Zanzibar Gorontalo 133,46 kg, dan Tuni Bursel  143,80 kg.

Pelepasan varietas merupakan kolaborasi kerjasama  antara  Pemerintah daerah Kabupaten Anambas,  Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro).  Dengan dilepasnya varietas unggul baru cengkeh Siantan Agribun, diharapkan  dapat memenuhi ketersediaan benih bermutu dalam rangka mendukung pengembangan dan rehabilitasi cengkeh, utamanya di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya serta di wilayah bagian Barat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *