Pemanfatan Pestisida Nabati Untuk Menurunkan Populasi Hama Wereng Coklat Nilaparvata lugens (Homoptera: Delphacidae) Pada Tanaman Padi

PEMANFATAN PESTISIDA NABATI UNTUK MENURUNKAN POPULASI HAMA WERENG COKLAT Nilaparvata lugens (HOMOPTERA: DELPHACIDAE) PADA TANAMAN PADI

 M.  Rizal,  I.W. Laba, T.L. Mardiningsih, Michelia Darwis.

C. Sukmana, dan E. Sugandi

Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik

Jl. Tentara Pelajar No. 3  Bogor   16111

 ABSTRAK

PenelitianPemanfatan Pestisida Nabati untuk Menurunkan Populasi Hama Wereng Coklat Nilaparvata lugens  (Homoptera: Delphacidae) pada tanaman padi dilaksanakan di Rumah Kasa Hama Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik di Bogor, pada bulan Januari sampai dengan Desember  2011.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap,terdiri atas 8 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan adalah 6 jenis pestisida nabati (minyak cengkeh + minyak serai wangi1, minyak cengkeh + minyak kayu manis, minyak cengkeh + minyak serai wangi2, minyak mimba + minyak cengkeh + minyak serai wangi, minyak cengkeh + minyak serai wangi + minyak jarak pagar, minyak mimba), Insektisida kimia imidacloprid sebagai pembanding  dan air sebagai kontrol.    Aplikasi pestisida dilakukan dengan 3  metode yaitu metode semprot serangga (topical spray), metode semprot tanaman (foliar spray), dan semprot serangga pada tanaman. Konsentrasi yang diuji adalah 1.25, 2.5, 5 dan 10 ml/ liter untuk percobaan 1 dan 2 serta 5 ml/liter untuk percobaan-3.  Mortalitas  nimfa diamati pada 22, 24, 48 dan 72 jam setelah aplikasi. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa untuk metode semprot serangga (Percobaan-1) , dari 6 formula pestisida nabati yang diuji: minyak cengkeh + minyak serai wangi1, minyak cengkeh + minyak kayu manis, minyak cengkeh + minyak serai wangi2, dan minyak mimba + minyak cengkeh + minyak serai wangi  mampu menyebabkan mortalitas 60-100%, sedangkan metoda semprot serangga pada tanaman (Percobaan-3) juga mampu membunuh serangga uji >80% yaitu 84-94%, lebih tinggi dari kinerja insektisida kimia imidakloprid yang mampu menimbulkan mortalitas sebesar 72%. Sementara itu, aplikasi terhadap tanaman (foliar spray) tidak efektif untuk membunuh wereng coklat. Mortalitas yang ditimbulkan berkisar  12-54 % pada 72 jam setelah aplikasi. Dengan demikian, keempat jenis pestisida nabati tersebut dapat diuji lebih lanjut untuk mengetahui efikasinya terhadap hama wereng coklat pada tanaman padi di lapang.

Kata Kunci:  Pestisida nabati, padi, wereng coklat, pengendalian, minyak atsiri, efikasi

 Dwonload fulltext

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *