PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH (Conophomorpa cramerella) > 50% DAN PENYAKIT BUSUK BUAH (Phytopthora palmivora) > 30% PADA TANAMAN KAKAO

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH  (Conophomorpa cramerella) > 50% DAN PENYAKIT BUSUK BUAH (Phytopthora palmivora) > 30% PADA TANAMAN KAKAO

I Wayan Laba, M. Willis, Rohimatun, Ahyar, N. Tarigan, C. Sukmana

ABSTRAK

Berkaitan dengan potensi beberapa tanaman obat dan aromatik dalam mengendalikan hama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih luas guna melakukan skrining berbagai tanaman obat dan aromatik untuk digunakan sebagai bahan baku pestisida nabati khususnya untuk mengendalikan beberapa hama dan penyakit utama pada tanamankakao. Penelitian dilaksanakan di kebun petani di Ciamis, Jawa Barat yang dirancang dalam acak kelompok, dengan 10 perlakuan dan diulang 4 kali. Perlakuan terdiri dari pestisida nabati berbahan aktif Sitronela (S) 34% konsentrasi 5 ml/l; Sitronela (S) 34% konsentrasi 10 ml/l; Eugenol (E) 80% konsentrasi 5 ml/l; Eugenol (E) 80% konsentrasi 10 ml/l; Azadirachtin (A) 0,6% konsentrasi 5 ml/l; Azadirachtin (A) 0,6% konsentrasi 10 ml/l; Sitronela (S) 34% + Eugenol (E) 80% + Azadirachtin (A) 0,6% konsentrasi 5 ml/l; Sitronela (S) 34% + Eugenol (E) 80% + Azadirachtin (A) 0,6% konsentrasi 10 ml/l; Insektisida sintetis sebagai pembanding Fastac 115 EC konsentrasi 1ml/l, dan kontrol (air). Aplikasi insektisida dilakukan dengan menyemprot buah-buah kakao dan cabang-cabang horizontal dengan sasaran imago PBK. Penyemprotan diulang sampai 6 kali dengan interval 2 minggu. Kontrol adalah petak yang tidak dilakukan pengendalian apapun. Petak perlakuan berupa satuan petak yang terdiri atas 25 pohon (5 x 5) yang diperlakukan dan diambil pohon contoh sebanyak 16 pohon (4 x 4) untuk diamati. Pada setiap petak pohon contoh dipilih 100 buah kakao berukuran panjang ± 9 cm dan diperkirakan masih bebas serangan PBK. Jarak antara petak adalah 5 larik pohon. Pengamatan serangan PBK dilakukan setiap 10 hari sekali setelah aplikasi terhadap semua buah yang dipanen pada setiap petak perlakuan. Buah contoh (ukuran panjang > 9 cm) dipanen pada akhir pengujian. Pengamatan terhadap penyakit busuk buah dilakukan dengan interval pengamatan satu minggu. Parameter pengamatan antara lain persentase tingkat serangan hama (ringan, sedang, berat), persentase kehilangan hasil, intensitas serangan patogen penyakit, dan fitotoksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan Sitronella (S) 34% + Eugenol (E) 80% + Azadirachtin (A) 0,6% konsentrasi 5 ml/l mampu mengurangi tingkat kerusakan buah akibat serangan penggerek buah kakao yang ditunjukkan dengan nilai efikasi sebesar 37,00% pada serangan ringan, 51,62% pada serangan sedang, dan 65,18% pada serangan berat dibanding kontrol dan berbeda tidak nyata dibanding perlakuan yang sama pada konsentrasi 10 ml/l. Kombinasi perlakuan S 34% + E 80% + A 0,6% konsentrasi 10 ml/l mampu menekan serangan penyakit busuk buah kakao yang ditunjukkan dengan nilai efikasi sebesar 52,93% pada serangan rendah; 68,00% pada serangan sedang; dan 76,26% pada serangan berat dan tidak berbeda nyata dibanding pemakaian pestisida sintetik. Insektisida dan fungisida yang diujikan tidak mempengaruhi keberadaan musuh alami dan tidak mengakibatkan fitotoksik.

Kata kunci: Pengendalian hama,Conophomorpa cramerella, Phytopthora palmivora, kakao, sitronella, eugenol, azadirachtin

ABSTRACT

With regard to the potential of some medicinal and aromatic plants in pest control, need to do further research in a wider scale to screen for various medicinal and aromatic plants for use as raw materials, especially plant-based pesticides for controlling some pests and major diseases in plants brown. Research carried out in the garden farmer in Ciamis, West Java which is designed in a randomized block, with 10 treatments and repeated 4 times. The treatment consists of plant pesticides contain active compound of Sitronela (S) 34% concentration of 5 ml / l; Sitronela (S) 34% concentration of 10 ml / l; Eugenol (E) 80% concentration of 5 ml / l; Eugenol (E) 80% concentration 10 ml / l; Azadirachtin (A) 0.6% concentration of 5 ml / l; Azadirachtin (A) 0.6% concentration of 10 ml / l; Sitronela (S) 34% + Eugenol (E) 80% + Azadirachtin (A ) 0.6% concentration of 5 ml / l; Sitronela (S) 34% + Eugenol (E) 80% + Azadirachtin (A) 0.6% concentration of 10 ml / l; synthetic insecticide as a comparison Fastac 115 EC concentration 1ml/l, and control (water). Application of insecticides is done by spraying the fruit of the cocoa and horizontal branches with the goal of imago of the cocoa pod borer (CPD). Spraying was repeated up to 6 times with intervals of 2 weeks. Control is a plot that does not do anything. Swath treatment in the form of units consisting of 25 trees (5 x 5) are treated and taken samples of trees up to 16 trees (4 x 4) to be observed. In each tree plot selected sample size of 100 cocoa pods ± 9 cm long and estimated to freely attack CPD. The distance between plots was 5 arrays of trees. Observations CPD attacks carried out every 10 days after application of all fruits harvested in each plot treatment. Fruit samples (length> 9 cm) harvested at the end of the test. Observations of fruit rot diseases observations made at intervals of one week. Parameter observations are the percentage of the level of pest attack (mild, moderate, severe), the percentage yield loss, disease pathogen attack intensities, and phototoxicity. The conclusion from this study is that combined treatment Sitronella (S) 34% + Eugenol (E) 80% + Azadirachtin (A) 0.6% concentration of 5 ml/l can reduce fruit damaged by cacao pod borer which was showed by efication value 37% in mild attack; 51,62% in medium ettack; and 61,18% in weight attack compared to the control and significantly not different with 10 ml/l concentration treatment. Combination treatment S 34% + E 80% + A 0,6% at 10 ml/l concentration can reduce cocoa pod disease which was showed by efication value 52,93% in mild attack; 68,00% in medium attack, and 76,26% in weight attack. This treatment showed not significantly different with synthetic pesticide treatment.

Keywords : pest control, Conophomorpa cramerellai, Phytopthora palmivora, cocoa, sitronelle, eugenol, azadirachtin

Download full text

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *