FORMULASI JAMU TERNAK PENINGKAT FERTILITAS SAPI BETINA

FORMULASI JAMU TERNAK PENINGKAT FERTILITAS SAPI BETINA

Ireng Darwati, B. S. Sembiring, N. Bermawie, N. Sunandar dan Yayan

ABSTRAK

Tingkat fertilitas sapi berpengaruh terhadap reproduksi dan sekaligus terhadap tingkat populasi sapi. Pemanfaatan tanaman obat yang dicampur dengan rumput selain bermanfaat sebagai pakan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan sekaligus dapat memperbaiki tingkat fertilitas sapi betina. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan formula jamu ternak berbasis tanaman obat peningkat fertilitas sapi betina. Bahan baku yang digunakan adalah temulawak, temu ireng yang diperoleh dari Kebun Percobaan Cicurug, rumput keibar dari Papua, dan rumput jeriwit, bura-bura dan banta dari Kalimantan Selatan. Penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu penyiapan bahan baku yang terdiri dari sortasi, pencucian, perajangan dan pengeringan. Parameter pengamatan yaitu analisis karakteristik mutu, skrining fitokimia, unsur mineral dan bahan aktif (GC MS). Tahap kedua adalah formulasi, dimana simplisia yang sudah dihasilkan digiling dan siap diformulasi. Formula dibuat sebanyak 4 macam, yaitu campuran antara temu-temuan dengan rumput-rumputan (F1=temulawak: temu ireng: rumput keibar), (F2= temulawak:temuireng:jeriwit), F3=temulawak:temuireng:banta), dan (F4=temulawak: temuireng: bura-bura). Tahap ketiga aplikasi formula keternak dengan cara dicekok. Formula yang diuji adalah 4 dari Balittro, 1 kontrol positif (hormon) dan 1 kontrol negatif. Parameter pengamatan: persentase birahi dan bobot badan. Hasil pengamatan menunjukkan kadar unsur mineral N, P, K, Fe, Zn dan C-organik rumput banta lebih tinggi dari pada jeriwit dan bura-bura. Hasil analisis GCMS jumlah komponen pada rumput keibar dari Papua 15 dan dari Bogor 14. Sedangkan untuk rumput jeriwit 14, bura-bura 15 dan banta 15 komponen. Semua jenis rumput yang dikarakterisasi menghasilkan kadar sari air lebih tinggi dari pada kadar sari alkohol. Hasil skrining fitokimia, rumput jeriwit, bura-bura dan banta mengandung senyawa alkaloid, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid dan glikosida lebih kuat dibandingkan rumput banta. Semua jenis formula yang diuji dapat meningkatkan fertilitas sapi betina serta bobot badan.  Hal ini ditunjukkan oleh nilai service per conceptionnya lebih besar dari control. Sedangkan formula kontrol memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan sapi birahi. Pengamatan secara visual, sapi yang diberi jamu lebih sehat, lebih gemuk dan kulitnya lebih bersih dan mengkilap dibandingkan kontrol.

Kata Kunci : tanaman obat, rumput, formula, pengujian, fertilitas sapi

ABSTRACT

The level of cow fertility inference as reproduction and cattle population. The use of medicinal plants are mixed with the grass than useful as feed also increase the body’s resistance to disease and improve the level of cow fertility. The research aims to obtain plant-based formula to improve cow fertility. The raw materials used are Java Tumeric, Temu ireng obtained from Cicurug Experiment, Biophytum petersianum Berg of Papua, and Paspalum conjugatum Berg, Panicum repens L and Leersia hexandra S of South Kalimantan. The study consisted of three stages, ie preparation of raw materials consisting of sorting, washing, and drying choping. Observational parameters of the analysis of quality characteristics, phytochemical screening, mineral elements and active ingredient (GCMS). The second stage is the formulation, which include generated milling simplicia and formulation four. Formula have by mixing zingiberaceae with one of the grasses (F1 = Java Tumeric: temuireng: keibar grass), (F2 = Java Tumeric: temuireng: jeriwit), (F3 = Java Tumeric: temuireng: Banta), and ( F4 = Java Tumeric: temuireng: spit-spit). The third stage is application by deccoccion. The treatment to include the formula and apositive control (hormones) and a negative control. Observation parameters were percentage of lust and the percentage of pregnancy. The result showed that the levels of mineral elements N, P, K, Fe, Zn organic grass-Banta higher than at jeriwit and bura-bura. The analysis of GCMS showed that the number of components on the keibar grass from Papua 15 and from Bogor 14, and jeriwit grass showed 14, bura-bura 15 and Banta 15 components. The characteristic of water extractive for all type of grasses was  higher than the alcohol extractive. The screening phytochemicals of jeriwit, bura-bura and banta were containing alcaloid compounds i.e. tannins, phenolic, flavonoids, triterphenoids and glycosides. But the glycosides of grass banta were stronger than another one. The formulas could improve cow fertility and body weight, and the values of Service/Conception was higher than the control. The showed control formula takes long time to produce beef lust. The cow fur are more shiny compared to the control, and also cow are look healther and fatter by feed herbs.

Keywords : medicine crops, grass, formulas, application, fertility cow

Download full text 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *