RESPON BEBERAPA AKSESI NILAM TERHADAP INPUT PUPUK RENDAH (≥25% DOSIS STANDAR)

RESPON BEBERAPA AKSESI NILAM TERHADAP INPUT PUPUK RENDAH (≥25% DOSIS STANDAR)

Rudi Suryadi, O. Trisilawati, D. Seswita, E. Hadipoentyanti, N. Mahdi dan T. Santoso

ABSTRAK

Penelitian dengan tujuan mendapatkan respon pertumbuhan dan produksi dari enam (6) aksesi nilam terhadap dosis pupuk rendah (pengurangan 25-50% dosis pupuk standar), telah dilaksanakan di Desa Cibeureum, Kabupaten Kuningan yang merupakan salah satu sentra produksi nilam di Jawa Barat, dari bulan Januari sampai Desember 2011. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok, pola faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah 6 aksesi nilam (GR1, GR3, GR4, PWK, DR1, dan ATG) dan sebagai pembanding digunakan varietas Sidikalang. Faktor kedua adalah dosis pemupukan, yaitu : a) dosis 50% dari dosis anjuran (50 kg N + 20 kg P2O5 + 50 kg K2O/ha), b) dosis 75% dosis anjuran (75 kg N + 30 kg P2O5 + 75 kg K2O/ha), dan c) dosis anjuran (100 kg N + 40 kg P2O5 + 100 kg K2O/ha). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengaruh aksesi nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan (tinggi tanaman jumlah daun, jumlah cabang primer dan lebar kanopi) dan produksi tanaman nilam, sedangkan pengaruh penurunan dosis pupuk NPK hanya nyata terhadap tinggi, jumlah cabang sekunder, lebar kanopi dan bobot kering terna. Pertumbuhan dan produksi nilam terbaik dihasilkan oleh var.Sidikalang. Bobot terna segar, terna kering, kadar minyak, produksi minyak dan kadar PA dari var.Sidikalang sebesar 553,1 g/tan., 130,5 g/tan., 3%, 78,4 kg/ha dan 28,5%; untuk aksesi ATG sebesar 431,1 g/tan., 101,7 g/tan., 3,1%, 63,8 kg/ha dan 23,3%; untuk aksesi GR1 sebesar 353,4 g/tan., 83,4 g/tan, 2,7%, 45,7 kg/ha dan 32,3%; untuk aksesi GR4 sebesar 385,9 g/tan., 91,1 g/tan., 2,9%, 54,5 kg/ha dan 27%; untuk aksesi DRI sebsar 304,2 g/tan., 71,8 g/tan., 3,1%, 43,9 kg/ha dan 29,1%. Penurunan dosis pupuk NPK sampai 50% berpengaruh terhadap penurunan kadar PA dari aksesi ATG sampai 23,3%, sedangkan ketiga aksesi yang lain relative stabil.  Pemupukan dosis 75% dari dosis anjuran menghasilkan pertumbuhan tanaman dan produksi terna lebih tinggi, sehingga terjadi efisiensi penggunaan pupuk sebesar 25% (25 kg N/ha + 10 kg P2O5/ha +25 kg K2O /ha).  Dari keenam aksesi nilam yang diuji, aksesi yang relative stabil terhadap pengurangan 25%-50% dosis pupuk NPK anjuran adalah aksesi GR4, GR1, ATG, dan DR1.

Kata kunci: Pogostemon cablin, aksesi, pupuk

ABSTRACT

A study aimed to evaluate growth and productivity of six patchouli accessions on various low dosages of fertilizer had been carried out at Cibereum, Kuningan District, West Java, from January to December 2011. The experiment was designed as Random Block two factors that consist of six accessions as first factor ((GR1, GR3, GR4, PWK, DR1, ATG and Sidikalang var as control) and dose of fertilizer as second factor (a) 50% of recommended dose (50 kg N + 20 kg P2O5 + 50 kg K2O/ha), b) 75% of recommended dose (75 kg N + 30 kg P2O5 + 75 kg K2O/ha), and c) recommended dose (100 kg N + 40 kg P2O5 + 100 kg K2O/ha). Each tested treatment three times repeated. The results showed that there was significant response among used patchouli accessions in parameter of growth (plant height, number of leaves, prime branches, and width of plant canopy), and plant productivity. While fertilizer dosages treatments showed significant results in parameters i e. plant height, number of secondary branches, width of plant canopy and dry weight of plant biomass. In general, the Sidikalang variety showed better growth and productivity than other testes accessions. Among those tested patchouli accessions, the GR4, GR1, ATG, and DR1 showed stability response on growth and productivity at 25-50% lower of recommended dose fertilizer

Keywords: Pogostemon cablin, aksesi, fertilizer

Download ful text 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *