PENGENDALIAN PENYAKIT BUDOK PADA TANAMAN NILAM DENGAN AGENSIA HAYATI, DAN PEMBENAH TANAH

PENGENDALIAN PENYAKIT BUDOK PADA TANAMAN NILAM DENGAN AGENSIA HAYATI,  DAN PEMBENAH TANAH

Sukamto dan Muhamad Djazuli

ABSTRAK

Tanaman nilam merupakan tanaman tropik yang banyak dibudidayakan di Indonesia, dan lebih dari 80% dari produksi minyak dunia di pasok dari Indonesia. Masalah utama dalam budidaya nilam di Indonesia adalah serangan penyakit. Penyakit budok merupakan salah satu penyakit penting yang ditemukan di beberapa sentra nilam. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi agensia hayati dan aplikasi pembenah tanah untuk menekan serangan penyakit budok. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Cikampek, Jawa Barat. Perlakuan terdiri dari formula granul rhizobakteri (P1), formula cair rhizobakteri (P2), formula cair Trichoderma sp. (3), pestisida nabati (P4), bubur bourdeaux (P5), benomil (P6) dan tanpa perlakuan (P7). Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 ulangan. Penelitian lainnya yaitu penggunaan pembenah tanah terhadap penyakit budok dilakukan pada skala pot di Kebun Percobaan Cimanggu, Bogor. Perlakuan terdiri dari Zeolite (A1), Kaptan (A2), fospat alam (A3), pupuk kandang (A4), arang sekam (A5), zeolite+fospat alam+pupuk kandang+terusi 5 g (A6), zeolite+fospat alam+pupuk kandang+terusi 10g (A7), kaptan+fospat alam+pupuk kandang+terusi 5g (A8), kaptan+fospat alam+pupuk kandang+terusi 10g (A9), arang sekam+fospat alam+pupuk kandang+terusi 5g (A10), arang sekam+fospat alam+pupuk kandang+terusi 10g (A11), dan control (A12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman nilam dengan perlakuan bubur bourdeux dan benomil tidak menunjukkan gejala penyakit budok. Tanaman yang diperlakuan dengan rhizobakteri formula granul dan cair, Trichoderma sp, dan pestisida nabati menunjukkan gejala penyakit dengan intensitas serangan masing-masing 2,5; 2,0; 2,6; dan 2,7%. Pada percobaan penggunaan pembenah tanah menunjukkan bahwa perlakuan pembenah tanah yang dikombinasikan dengan terusi dapat menekan serangan penyakit budok. Perlakuan pembenah tanah dengan kaptan dapat menekan penyakit budok lebih baik (2,6%) dibandingkan zeolite, fospat alam, pupuk kandang dan arang sekam.

Kata kunci : Nilam, penyakit, pengendalian, pembenah tanah

ABSTRACT

The patchouli plant is a tropical crop that commercially cultivated in Indonesia. Indonesia produces over 80% of world patchouli oil production. The main problem in patchouli cultivation is diseases, such as Budok. The disease is very important and has been widespread in all over the central of patchouli plants in Indonesia. The study was aimed to evaluate the effect of biological agens and soil ammendment to control Budok disease. The study was carried out in the Experimental Garden, Cikampek, West Java. The treatment consists of granulated rhizobacteril formula (P1), liquid rhizobacterial formula (P2), liquid formula of Trichoderma sp. (3), biopesticide (P4), bourdeaux mixture (P5), benomil (P6) and without treatment/control (P7). The experiment was designed in a completely randomized, four replications. Study on that use of soil amelarion was conducted in a pot scale in the Experiment Garden, Cimanggu, Bogor. The treatment consists of Zeolite (A1), Kaptan (A2), natural fospat (A3), manure (A4), charcoal husk (A5), zeolite+natural fospat+manure+terusi 5 g (A6), zeolite+natural fospat+manure+terusi 10g (A7), Kaptan+natural fospat+manure+ terusi 5 g (A8), Kaptan+natural fospat+manure+terusi 10g (A9), natural fospat+husk charcoal+manure+terusi 5g (A10), natural fospat+husk charcoal+ manure+terusi 10g (A11), and control (A12). The results showed that no symptom of budok disease was found in patchouli plants with bourdeux mixture and benomil treatments. The plants were treated with rhizobakteri granule and liquid formulas, Trichoderma sp, and biopesticide showing symptoms with the disease intensity respectively 2.5, 2.0, 2.6, and 2.7%. The experiment of soil amelarion showed that soil amelarion combined with terusi treatment can suppress budok disease. Treatment of soil amelarion alone show that lime treatment can suppress disease budok better (disease intensity 2.6%) compared to zeolites, natural fospat, manure and charcoal husk treatments.

Keywords : Patchouli, disease, control, soil amelarion

Download full text 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *