TEKNOLOGI PENGENDALIAN ALELOPATI PADA SENTRA PRODUKSI NILAM

TEKNOLOGI PENGENDALIAN ALELOPATI PADA SENTRA PRODUKSI NILAM

Muhamad Djazuli dan Sukamto

ABSTRAK

Sebuah penelitian pot mengenai teknologi pengendalian alelopati pada tanaman nilam telah dilakukan di sentra pengembangan nilam di Bogor, Jawa Barat dan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu mulai bulan Januari sampai dengan Desember 2011. Tujuan penelitian untuk mendapatkan teknologi budidaya yang dapat menekan pengaruh toksik senyawa alelopati yang dihasilkan oleh tanaman nilam. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok, 8 perlakuan, 3 ulangan dan 5 tanaman per perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan beberapa komponen pertumbuhan tanaman khususnya tinggi dan jumlah cabang, baik pada tanah bekas nilam (TBN) di Bogor maupun tanah bukan bekas nilam (TBBN) di Curup pada umur 2 bulan setelah semai (BSS). Dari hasil pengamatan tingkat kesehatan tanaman nilam terlihat terpengaruh oleh senyawa alelopati yang dihasilkan oleh nilam secara nyata. Persentase kematian tanaman nilam di tanah TBBN Curup hampir tidak ada, sebaliknya persentase kematian pada tanah TBN Bogor pada umur 3 BSS di Bogor yang cukup tinggi. Hal tersebut  telah mengindikasikan adanya efek racun dari senyawa alelopati yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman nilam. Dari 8 perlakuan yang diberikan 2 perlakuan diantaranya masing-masing aplikasi perendaman asam salisilat dan aplikasi MgSO4 mampu menekan efek alelopati walaupun pertumbuhannya sendiri kurang optimal. Diperlukan analisis kimia lanjutan yang akan dilakukan pada umur panen untuk melihat pengaruh tanaman dan tanah yang mengandung senyawa alelopati.

 Kata kunci : Nilam (Pogostemon cablin Benth), pengendalian alelopati, teknik budidaya,  pertumbuhan, produktivitas

ABSTRACT

A pot experiment on allelopathy management of patchouli was conducted at Bogor, West Java and Curup, Rejang Lebong, Bengkulu since Januari to December 2011. The research objective is to find out cultivation technology which able to reduce the toxicity effect of allelopathy compound released by patchouli plant it self. The experiment was aranged by using Randomised Block Design, consist of 8 treatments, 3 replicates, and 5 plants/treatment. Observation results showed that the application of manure improved growth components especially height and number of branch both at residue patchouli soil (RPS) of Bogor and non residue residue soil (NRPS) of Curup at 2 months after sowing (MAS). It is considered that plant health level was influenced by allelopathy compound significantly. Percentation of Plant death at RPS of Bogor was relatively high, on the contarry, almost no plant was die at NRPS of Curup at 3 MAS. Those observation results indicated that the toxicity effect of allelopathy compound influenced on growth and productivity of patchouli plants. From 8 treatments applied, the two of them namely, appication of Salicilic acid soaking and MgSO4 were able reduced the alllelopathy effect, even their growth were not optimal conditions. Therefore, the chemical analysis on first harvest for studying the effect of allelopathy compound at plant and soil were needed. 

 Keywords : Patchouli (Pogostemon cablin Benth). allelopathy management, cultivation technology, growth, productivity.

Download full text

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *