PENGUJIAN PEMUPUKAN DAN FUNGISIDA UNTUK MENEKAN SERANGAN BERCAK DAUN

PENGUJIAN PEMUPUKAN DAN FUNGISIDA UNTUK MENEKAN SERANGAN BERCAK DAUN

D. Manohara, D. Wahyuno, M. Yusron, S. Wahyuni

ABSTRAK

Diantara kelompok tanaman obat, jahe merupakan salah satu komoditas yang paling banyak dibutuhkan sebagai bahan baku obat maupun rempah. Di berbagai daerah sentra produksi jahe di Indonesia, selain penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum, jugabanyak dijumpai penyakit bercak daun. Kerugian yang ditimbulkan oleh bercak daun belum pernah dievaluasi, tetapi bercak daun sudah menyebar luas pada pertanaman jahe di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi pupuk dan perlakuan fungisida untuk mendapatkan teknologi pengendalian bercak daun yang efisien. Cara yang digunakan adalah menguji kombinasi pemupukan dan fungisida pada tanaman jahe di daerah endemik. Tingkat dan luas serangan penyakit, pertumbuhan tanaman diamati setiap bulan, sedang parameter produksi dan mutu rimpang dilakukan pada akhir pengamatan. Musim Kemarau yang panjang pada tahun 2011 menyebabkan penundaan waktu tanam. Penanaman baru dapat dilakukan pada akhir bulan Oktober 2011. Dua aksesi jahe yang digunakan adalah JPK H dan Halina 1. Perlakuan benih dengan bakterisida dan fungisida untuk menekan perkembangan patogen yang mungkin terbawa benih dilakukan sebelum tanam. Solarisasi media tanam dan pupuk kandang untuk mengendalikan patogen yang terdapat dalam tanah, dilakukan sebelum media tanam dimasukkan dalam polybag. Hasil sementara adalah, perlakuan benih sebelum tanam dapat menekan perkembangan patogen yang terbawa benih. Penyimpanan benih dalam ruangan yang dibuat gelap ternyata dapat menekan perkecambahan rimpang jahe. Pertumbuhan JPK H lebih cepat dibandingkan Halina 1. Aksesi JPK H nampaknya lebih rentan terhadap infeksi penyakit bercak daun. Pengaruh kombinasi pupuk dan fungisida belum nampak.

Kata kunci: Zingiber officinale Rosc., bercak daun, pupuk, fungisida

ABSTRACT

Among medicinal crops, product of ginger is one of the most needed commodities in market, due to it’s as source of medicinal purposes and as spice for cooking flavor. On the field, besides limitation of high quality of rhizome as planting material, pest and diseases are important constraint in ginger cultivation. Besides, Ginger wilt caused by Ralstonia solanacearum, leaf spot diseases of ginger is reported occurs in many ginger centre areas in Indonesia, although the disease impact on yield of ginger has not been evaluated yet. The objectives was to find a good combination between fungicide and fertilizer application to control leaf spot disease, by planting ginger in endemic area of leaf spot disease and treated with fertilizer and fungicide. The observation parameters consisted of disease severity, disease intensity, and vegetative growth which observed monthly interval. Whereas the quantity and quality of rhizome will be observed at the end of the experiment. Planting of ginger in the field was delayed until end of October 2011, since the prolonged of drought seasons. Two kinds of accession are used, JPK H and Halina 1. Seed treatment was conducted with bactericide and fungicide to control the seed borne pathogens. The growth media (soil and cow-manure mixed) were treated by solarization before being put into polybag, in order to control the soil-borne pathogen. Preliminary results shown that seed treatment before planting inhibited the development of seed-borne pathogens. The growth of JPK H is better than Halina 1. JPK H is more susceptible to leaf spot disease than Halina 1. The effect of fertilizer and fungicide have not been seen.

Key words: Zingiber officinale Rosc., leaf spot diseases, fertilizer, fungicide

Download full text 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *