PEMUPUKAN BERIMBANG UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN JAHE (30%) TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI

PEMUPUKAN BERIMBANG UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN JAHE (30%) TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI

 A. Ruhnayat, S. Y. Hartati, W. Lukman dan Mardiana

ABSTRAK

Penelitian dilakukan Kebun Percobaan Cicurug Sukabumi, Jawa Barat, dari bulan Januari–Desember 2011. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan satu teknik pemupukan an-organik berimbang yang dikombinasikan dengan kompos tanaman bersifat elisitor yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit layu bakteri pada fase pertumbuhan jahe. Tahap pertama adalah pengujian respon tanaman jahe terhadap pemberian enam formula pupuk an-organik berimbang yang merupakan kegiatan lanjutan dari tahun 2010. Media tanam yang digunakan adalah tanah pada polybag. Rancangan lingkungan adalah petak terbagi (split plot), diulang tiga kali. Sebagai petak utama adalah inokulasi bakteri R. solanacearum (tanpa inokulasi dan inokulasi sebanyak 107 cfu/ml). Sedangkan sebagai anak petak adalah formula pupuk an-organik, yaitu 1) dosis SOP (500 kgurea + 300 kgSP-36 + 400 kg KCl/ha), 2) dosis SOP + 400 kgCaO + 400 kg belerang/ha, 3) 500 kgurea + 300 SP-36 + 500 kg KCl/ha, 4) 500 kgurea + 300 kgSP-36 + 500 kgKCl +  400 kg CaO + 400 kg belerang/ha, 5) 500 kgurea + 300 kg SP-36 + 600  kg KCl/ha, 6) 500 kgurea + 300 kg SP-36 + 600 kg KCl + 400 kg CaO + 400 kg belerang/ha. Parameter yang diamati adalah : jumlah tanaman yang tidak terserang penyakit layu bakteri (persentase tanaman hidup), populasi bakteri R. solanacearum dalam tanah dan kandungan hara tanah dan tanaman dan bobot basah rimpang. Tahap kedua adalah menguji formula pupuk terbaik hasil kegiatan tahap pertama yang dikombinasikan dengan kompos tanaman bersifat elisitor (temulawak), dengan tujuan untuk lebih meningkatkan ketahanan tanaman. Hasil kegiatan tahap pertama menunjukkan bahwa formula pupuk dengan imbangan hara 500 kg urea/ +300 kg SP-36 + 600 kg KCl/ha dapat mempertahankan tanaman jahe hidup sebesar 18,67 % pada tanaman yang diinokulasi R. Solanacearum, unsur hara Ca dan S belum berpengaruh nyata. Hasil bobot rimpang basah pada tanaman yang tidak diinokulasi maupun yang diinokulasi R. Solanacearum masing-masing adalah 801,33 dan 685,00 g/tanaman setara dengan 32,05 dan 27,4 ton/ha. Pada kegiatan tahap kedua pengaruh perlakuan belum terlihat dan serangan penyakit layu bakteri belum ada saat tanaman jahe baru berumur 1, 5 bulan.

Kata kunci : Jahe, Ralstonia solanacearum, imbangan hara

ABSTRACT

A research was conducted at Cicurug E.G., Sukabumi, West Java, from January to December 2011. Objective of the research was to obtain a balanced-organic fertilization technique combined with elicitor crops-compost to increase ginger resistance to bacterial wilts disease (30%) at the growth stage. At first, ginger crops were evaluated for their response to six formulas of balance-organic fertilization (a continuing research of previous year), in polybag system of planting. Research was arranged in split-plot design with three replications. The main plots were R. solanacearum inoculated plots (107 cfu/ml) and without inoculation. Sub-plots were anorganic-fertilizers formulas, i.e.: 1) SOP standard dosage (500 kg/ha urea + 300 kg/ha SP-36 + 400 kg/ha KCl), 2) SOP dosage + 400 kg/ha CaO + 400 kg/ha Sulfur, 3) 500 kg/ha urea + 300 kg/ha SP-36 + 500 kg/ha KCl, 4) 500 kg/ha urea + 300 kg/ha SP-36 + 500 kg/ha KCl +  400 kg/ha CaO + 400 kg/ha belerang, 5) 500 kg/ha urea + 300 kg/ha SP-36 + 600  kg/ha KCl, 6) 500 kg/ha urea + 300 kg/ha SP-36 + 600 kg/ha KCl + 400 kg/ha CaO + 400 kg/ha Sulfur. Observed parameters were number of plant showing R. solanacearum infection, R.solanacearum population in soil, soil and plant nutrition contents, and fresh weight of rhizome yield. Second experiment aimed to test the best fertilizer formula (based on results of the first experiment), combined with compost of crops that emiting elicitor (Java Turmeric) with final goal increasing crops resilience. Results showed that at the first stage of research, balanced-fertilization with 500 kg/ha urea + 300 kg/ha SP-36 + 600 kg/ha KCl, persist crops life at 18.6% level on innoculated ginger population. Menawhile, Ca and S nutrients has not been proven to be affected to crop resiliences. Fresh weight of ginger rhizome of both uninoculated (801.33 g/plant equivalent to 32.05 tonnes/ha) and innoculated (685.00 g/plant equivalent to 27.4 tonnes/ha). At the second stage of research the plants were 1.5 month age, and no disease infestation found.

Keywords : Ginger, Ralstonia solanacearum, balanced-fertilization.

Download full text

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *