TANAMAN AKAR KUCING, SAMBILOTO, DAN TEMULAWAK SEBAGAI ELISITOR PENGINDUKSI KETAHANAN TANAMAN JAHE TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI

TANAMAN AKAR KUCING, SAMBILOTO, DAN TEMULAWAK SEBAGAI ELISITOR PENGINDUKSI KETAHANAN TANAMAN JAHE TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI

Acalypha indica, Andrographis paniculata, and Curcuma xanthorrhiza used as resistance induction elisitors on ginger plant against bacterial wilt disease

Sri Yuni Hartati

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Jalan Tentara Pelajar No. 3 Bogor 16111sriyuni_hartati@yahoo.com

(diterima 21 Maret 2012, disetujui 29 September 2012)

ABSTRAK

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit yang sangat merusak tanaman jahe. Penyakit tersebut sulit dikendalikan, terutama karena tidak adanya varietas jahe yang tahan. Induksi ketahanan tanaman dengan elisitor merupakan salah satu strategi yang sedang diteliti untuk mengendalikan penyakit tersebut. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi ekstrak tanaman akar kucing (Acalypha indica), sambiloto (Andrographis paniculata), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza), serta senyawa asam salisilat sebagai elisitor penginduksi ketahanan jahe terhadap penyakit layu. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) sejak 2010 sampai 2011. Ekstrak tanaman dibuat dengan cara maserasi dalam alkohol 95%. Ekstrak tanaman diformulasikan tanpa atau dengan ditambah kalsium. Tanaman jahe diberi perlakuan ekstrak tanaman (disiram dan disemprot) kemudian diinokulasi dengan suspensi R. solanacearum. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan penyakit layu dan analisis asam salisilat dalam tanaman jahe yang masih hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak tanaman sambiloto dapat mengurangi tingkat serangan penyakit layu bakteri pada tanaman jahe yang sebanding efektivitasnya dengan perlakuan asam salisilat dan lebih tinggi dibanding dengan perlakuan kontrol. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak tanaman sambiloto mengandung elisitor yang dapat menginduksi ketahanan tanaman jahe. Aplikasi dengan penyiraman lebih efektif dibanding dengan penyemprotan.

Kata kunci: jahe, Ralstonia solanacearum, elisitor, induksi ketahanan

ABSTRACT

Bacterial wilt caused by Ralstonia solanacearum is one of the most destructive diseases on ginger. This disease is difficult to be eradicated, since there is still unavailable ginger resistance varieties yet. Induced resistance plant using elisitor was evaluated as a strategic approach to control the disease. This study was aimed to evaluate the potential role of Acalypha indica, Andrographis paniculata, and Curcuma xanthorrhiza plant extracts and salycilic acid as plant resistance elisitors against bacterial wilt on ginger. This experiment was conducted at green house Bogor Research Institute of Spice and Medicinal Crops since 2010 to 2011. Plant extracts were prepared using maceration in ethanol 95%. The plant extracts were formulated without or with addition of calcium. Ginger plants were sprayed or drenched with the plant extracts and inoculated with R. solanacearum. Observed parameters were disease development and salicylic acid content in survived ginger plants. The result showed that application of  A. paniculata plant extract reduced wilt disease development that comparable with salicylic acid and were more effective than control treatment. Drenching application of the plant extracts was more effective than spraying technique.

Key words: ginger, Ralstonia solanacearum, elisitor, resistance induction

Download full text

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *