IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI Sclerotium rolfsii Sacc. PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG NILAM (Pogostemon cablin Benth

IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI Sclerotium rolfsii Sacc. PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG NILAM (Pogostemon cablin Benth)

Identification and characterization of Sclerotium rolfsii Sacc. the causal agent of stem rot disease of patchouli (Pogostemon cablin Benth)

Sukamto dan Dono Wahyuno

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Jalan Tentara Pelajar No. 3 Bogor 16111 sukamtowrn@yahoo.com

(diterima 01 Desember 2012, disetujui 03 Maret 2013)

ABSTRAK

Beberapa penyakit tanaman nilam (Pogostemon cablin) seperti penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum), penyakit budok (Synchytrium pogostemonis), dan penyakit nematoda parasit (Meloidogyne, Pratylenchus, dan Radopholus), serta penyakit kelompok Potyvirus merupakan salah satu kendala dalam usahatani nilam. Akhir-akhir ini, di pembibitan dan lapang saat musim hujan, banyak tanaman nilam ditemukan membusuk pangkal batangnya, terdapat miselium berwarna putih dan sklerotia pada bagian batang yang sudah busuk. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi patogen penyebab, mempelajari biologinya, dan kisaran inangnya. Patogen penyebab diperoleh dengan isolasi, dimurnikan, dan ditumbuhkan pada media Agar Kentang Dekstrosa (AKD). Karakteristik morfologi jamur penyebab diamati di bawah mikroskop majemuk. Biologi jamur penyebab diamati dengan cara menumbuhkan pada media AKD yang diinkubasi pada berbagai suhu. Kisaran inangnya dipelajari dengan meletakkan potongan miselia pada tanaman yang diuji. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jamur membentuk miselia berwarna putih, ada klam koneksi dan sklerotium berwarna cokelat, serta berbentuk lonjong-bulat berukuran 0,8-1,84 mm. Jamur penyebab diidentifikasi sebagai Sclerotium rolfsii, mempunyai suhu optimum pertumbuhan antara 20-28oC, terhambat pada suhu 35oC, dan tidak tumbuh pada suhu 5oC. Hasil inokulasi buatan menunjukkan bahwa cendawan S. rolfsii dapat menginfeksi nilam varietas Lhokseumawe, Sidikalang, Tapaktuan, nilam jawa, serta tanaman cabe, jagung, tomat, dan kacang hijau. Ini merupakan laporan pertama yang menyatakan adanya Sclerotium rolfsii pada tanaman nilam di Indonesia.

Kata kunci: karakterisasi, identifikasi, Pogostemon cablin, Sclerotium rolfsii, penyakit busuk batang

ABSTRACT

A plant pathogenic bacterium, Ralstonia solanacearum, an obligate plant parasitic fungus Synchytrium pogostemonis, plant parasitic nematodes (Pratylenchus, Radopholus, and Meloidogyne), and potyvirus groups are causal agents of diseases found on patchouli plant in Indonesia. Recently, stem rot disease of patchouli caused by fungus occurred in patchouli seed growers. The aims of the present study were identify the causal agent of stem rot disease, exploring its biological properties, and host range. The causal agent was isolated, purified, and growth on PDA (Potato Dextrose Agar) medium. The morphological characteristics of the fungus were observed under light compound microscope. The biological properties of the fungus were observed by culturing it on PDA medium under various temperature ranges and host ranges testing through artificial inoculation. The results showed, the fungal mycelium was white, producing clamp connection, and sclerotia. The sclerotia were brown and 0.8 mm-1.8 mm diameter. The fungus was identified as Sclerotium rolfsii. The fungus growth ranged between 5 and 35oC, with 20 to 28oC was optimum temperatures. The artificial inoculation revealed that the fungus attacked all patchouli varieties tested (Lhokseumawe, Sidikalang, and Tapaktuan), P. heyneanus, green gram, corn, pepper, and also tomato. This is the first report the occurrence of Sclerotium rolfsii on pathchouli in Indonesia.

Key words: characterization,identification, Pogostemon cablin, Sclerotium rolfsii, stem rot disease

Download full text 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *