PEMAANFATAN 6 JENIS PESTISIDA NABATI UNTUK MENURUNKAN SERANGAN HAMA SIMPLISIA DAN SITOPHILUS ORYZAE

PEMANFAATAN 6 JENIS PESTISIDA NABATI UNTUK MENURUNKAN SERANGAN HAMA SIMPLISIA DAN SITOPHILUS ORYZAE (50%)

Molide Rizal, Agus Kardinan, Tri L. Mardiningsih, Michelia Darwis,Endang Sugandi dan Cucu Sukmana

ABSTRAK

PenelitianPemanfatan 6 Jenis Pestisida Nabati untuk Menurunkan Serangan Hama Simplisia dan Sitophilus oryzae (50%) telah dilaksanakan di Laboratorium Hama Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik di Bogor, pasar simplisia di DKI Jakarta dan Jawa Tengah pada bulan Januari sampai dengan Desember 2010. Penelitian dimulai dengan inventarisasi serangga hama yang menyerang simplisia tanaman obat di tempat penyimpanan di Pasar Senen (DKI Jakarta) dan Pasar Nguter (Sukoharjo, Jawa Tengah) pada bulan Januari sampai dengan Desember 2010. Contoh simplisia tanaman obat dari kedua lokasi tersebut dibawa ke laboratorium untuk diamati jenis dan jumlah serangga hama yang menyerang masing-masing jenis simplisia. Hasil dua kali survey menunjukkan bahwa sedikitnya terdapat 10 jenis hama yang menyerang 14 jenis simplisia yang diperdagangkan di Pasar Senen (DKI) dan Pasar Nguter (Jateng). Jenis hama yang ditemukan menyerang simplisia antara lain: Rhyzopertha sp., Oryzaephilus sp., Lasioderma serricorne, Stegobium paniceum, Tribolium sp., Sitophilus sp., Carpophilus sp., Araecerus sp., Cryptolestes sp., Lyctidae, sedangkan jenis-jenis simplisia yang terserang antara lain: Jahe putih (Zingiber officinale), Kedawung (Parkia roxburghii), Kunyit (Curcuma domestica), Temu kunci (Curcuma sp), Peka (Illicium verum), Kembang pala (Myristica fragrans), Temu putih (Curcuma zedoaria), Biji Mahoni (Swietenia mahagoni), Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum), Umbi dewa (Gynura segetum), Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), Kayumanis (Cinnamomum burmanii), Temu mangga (Curcuma mangga), dan Purwoceng (Pimpinella pruatjan). Total jumlah serangga hama yang ditemukan adalah 807 ekor yang terdiri dari 456 ekor (56.50%) dari DKI, sedikit lebih banyak dari pada Jawa Tengah yang jumlahnya 351 ekor (43.49%). Sementara itu jenis simplisia yang terserang serangga hama Jawa Tengah lebih banyak yaitu 9 dari 14 jenis (64.28%) dari simplisia yang terserang hama, sementara di DKI hanya 8 jenis (57%) dari 14 jenis simplisia yang terserang hama. Serangga hama yang dominan di DKI Jakarta adalah kumbang Oryzaephilus spp., sedangkan di Jawa Tengah adalah kumbang L. serricorne. Secara agregat, populasi kumbang Oryzaephilus sp, merupakan 52.79 persen dari jumlah serangga yang dikumpulkan dari kedua lokasi survey tersebut sehingga dianggap sebagai hama utama simplisia. Hasil uji potensi 6 jenis pestisida nabati (nilam, seraiwangi, kayumanis, cengkeh, kunyit dan temulawak) dengan metoda kontak film residu terhadap hama beras Sitophilus oryzae dan Oryzaephilus sp menunjukkan bahwa tidak ada formula yang efektif membunuh kedua jenis hama tersebut. Pengujian dengan metoda fumigasi terhadap Sitophilus sp menunjukkan hasil yang tidak konsisten dengan mortalitas 25.55 – 47.78 persen. Mengingat potensi pencemaran yang dapat ditimbulkan terhadap komoditas yang dilindungi maka penelitian fumigasi dengan cara semprot terhadap karung beras tidak dilanjutkan.

Kata Kunci: Tanaman obat, simplisia, serangga, hama gudang, inventarisasi, insektisida nabati, efikasi, fumigasi.

 ABSTRACT

Research on Utilization of Six Botanical Pesticides to Reduce Infestation of Simplisia Pests and Rice Weevil Sitophilus oryzae (50%) was conducted at Entomological Laboratory of Indonesian Medicinal and Aromatic Plants Research Institute in Bogor, simplicia market in Jakarta and Central Java from January through December 2010. The study began with an inventory of insect pests that attack medicinal plant simplisia in a storage area in Pasar Senen (DKI Jakarta) and Market Nguter (Sukoharjo, Central Java) in January through December 2010. Samples of simplisia from both locations were collected and taken to the laboratory to be observed the number and type of insect pests that attack each type of simplisia. The sample were taken twice from each of market places. Result of surveys show that there are at least 10 species of pests which attacked the 14 types of simplisia, which was traded at Pasar Senen (DKI) and Pasar Nguter (Central Java). Insect pests found attacking simplisia include: Rhyzoperthasp., sp Oryzaephilus sp., Lasioderma serricorne, Stegobium paniceum, Tribolium sp., Sitophilus sp., Carpophilus sp., Araecerus sp., Cryptolestes sp., Lyctidae, while kind of simplisia sample, which was attacked by, among others: White Ginger (Zingiber officinale), Kedawung (Parkia roxburghii), Turmeric (Curcuma domestica), Temukunci (Curcuma sp), Star anise (Illicium verum), Nutmeg’s Flower (Myristica fragrans), Temu putih (Curcuma zedoaria), Mahogany Seeds (Swietenia mahagoni), Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum), Umbi dewa (Gynura segetum), Winged bean (Psophocarpus tetragonolobus), Cinnamon (Cinnamomum burmanii), Temu mangga (Curcuma mangga), and Purwoceng (Pimpinella pruatjan). The total number of insect pests found was 807, consisting of 456 individuals (56.50%) from Jakarta, a bit more than the Central Java number 351 (43.49%). While total sample, which was attacked by insect pests over much of Central Java were 9 of 14 species (64.28%) observed, while in Jakarta only 8 species (57%) out of 14 species of sample, which was attacked by pests. The dominant insect pests in Jakarta is Oryzaephilus sp, whereas in Central Java is L.serricorne  In aggregate, the population of beetles Oryzaephilus sp was 52.79 percent of the total insects collected from both locations surveyed and stated as main pest of stored simplisia. Results for 6 types of botanical pesticide (patchouli, citronella,cassiavera, clove, turmeric and temulawak) tested against Sitophilus sp and Oryzaephilus sp by residual film contact method showed that none of the formula tested were effecfive to control these pests species.  Testing with fumigation of Sitophilus sp methods showed inconsistent results with a mortality of 25.55 – 47.78 percent. Given the potential for contamination that can be inflicted on the protected commodity fumigation experiment by means of spray against the sack of rice was not continued.

Keywords: Medicinal plants, simplisia, insect, storage pest, inventarization botanical pesticide, efficacy, fumigation,

Download Full Text 

3 thoughts on “PEMAANFATAN 6 JENIS PESTISIDA NABATI UNTUK MENURUNKAN SERANGAN HAMA SIMPLISIA DAN SITOPHILUS ORYZAE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *