PENGENDALIAN PENYAKIT BUDOK MELALUI APLIKASI PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN

PENGENDALIAN PENYAKIT BUDOK MELALUI APLIKASI PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN

M. Djazuli dan Setiawan

ABSTRAK

Produktivitas tanaman nilam masih tergolong rendah dan beragam antar sentra produksi dengan kisaran produksi nasional sekitar 97.5 kg minyak/ha/tahun jauh di bawah potensi varietas unggul nilam yang mampu menghasilkan minyak nilam di atas 300 kg minyak/ha/tahun. Selain rendahnya kesuburan lahan, adanya serangan penyakit menyebabkan rendahnya produksi tanaman nilam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan paket teknologi pembenah tanah dan pemupukan yang mampu menekan tingkat serangan OPT pada tanaman nilam. Untuk memenuhi tujuan tersebut, dilaksanakan sebuah penelitian lapang untuk menguji efektivitas sembilan kombinasi pembenah tanah dan pemupukan  terhadap penurunan persentase serangan penyakit budok pada tanaman nilam. Penelitian dilaksanakan di lahan petani Kabupaten Kuningan yang merupakan daerah endemik penyakit nilam terutama penyakit budok. Selain adanya daerah endemik penyakit budok yang disebabkan oleh jamur Synchitrium sp, varietas unggul Sidikalang yang digunakan sebagai tanaman indikator tergolong sangat rentan terhadap serangan penyakit tersebut. Aplikasi SiO2, dolomit, dan K2SO4 terlihat mempunyai potensi yang cukup baik untuk meningkatkan tingkat ketahanan tanaman nilam terhadap serangan jenis jamur budok yang disebabkan oleh satu jenis jamur Synchytrium sp. Kombinasi perlakuan pemupukan dengan pupuk kandang, SiO2 dan K2SO4 mempunyai skoring ketahanan terhadap penyakit budok yang paling baik dibanding ke delapan perlakuan lainnya. Pertumbuhan dan produktivitas tanaman yang teserang penyakit budok terlihat rendah, namun masih bisa dipanen untuk digunakan sebagai bahan baku penyulingan minyak nilam.

Kata kunci : Pogostemon cablin Benth, pembenah tanah, pupuk, pertumbuhan, serangan penyakit.

ABSTRACT

Patchouli plant productivity is still relatively low andvariedbetween the centersof production with a range of nationalproductionof about 97.5kg oil/ha/year is far below the potential of high yielding varieties capable of producing oil patchouli oil above 300kg/ha/year. In addition to the low fertility of the land, the disease attacksresulting in low production of patchouli. The purpose of this research is to obtain technologypackage soil and fertilizer that can suppress the level of pest attack on crops patchouli. To meetthese goals conducted a field study to test theeffectiveness of the nine combinations of soil andfertilization to decrease the percentage of attackson patchouli budok disease. Research carried outin Kuningan regency farmers’ land, which isendemic diseases, especially diseases budokpatchouli. In addition to endemic areas budokdisease caused by fungus Synchitrium sp,Sidikalang yielding varieties that are used asindicator plants are very susceptible to diseaseattack. Application of SiO2, dolomite, and K2SO4seen to have good potential to increase the level ofresistance against the attack of patchouli budokspecies of fungi caused by one type  of fungusSynchytrium sp. Combination treatment withmanure fertilization, SiO2 and K2SO4 scoringdisease resistance has thebest budok comparedto eight other treatments. Growth and productivity of plants that teserang budok disease appear to be low, but can still be harvested for use as raw material for distillation of patchouli oil.

Key words: Pogostemon cablin Benth, soil,fertilizer, growth, disease attack.

Download Full Text 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *