SOLARISASI TANAH DAN PEMANFAATAN LIMBAH KUBIS SEBAGAI BIOFUMIGAN UNTUK MENEKAN POPULASI R. SOLANACEARUM.

SOLARISASI TANAH DAN PEMANFAATAN LIMBAH KUBIS SEBAGAI BIOFUMIGAN UNTUK MENEKAN POPULASI R. SOLANACEARUM.

Muchamad Yusron, M. Januwati, Ekwasita Rini Pribadi dan Supriadi

ABSTRAK

Ralstonia solanacearum yang menyebabkan penyakit layu bakteri masih menjadi permasalahan utama dalam budidaya jahe. Upaya penanggulangan penyakit ini telah dilakukan dengan berbagai cara budidaya anjuran, antara lain penggunaan lahan bebas patogen, sanitasi, rotasi tanaman serta penggunaan pestisida dan musuh alami, namun belum memberikan hasil yang optimum. Salah satu cara teknis agronomis pengendalian mikroorganisme patogen tanah adalah dengan solarisasi tanah, yakni proses pembersihan mikroorganisme patogen tanah melalui penangkapan radiasi matahari di dalam tanah.  Melalui proses solarisasi tanah ini terjadi perubahan fisik, kimia dan biologi tanah.  Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sukamulia, Sukabumi,  jenis tanah Latosol, ketinggian 550 m dpl, dan tipe iklim B (Schmidt & Ferguson). Sebelum penanaman jahe, dilakukan penutupan tanah dengan menggunakan mulsa plastik.  Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok faktorial, sebagai faktor pertama adalah aplikasi jenis mulsa plastik, yaitu (a) Tanpa mulsa (M0), (b) Mulsa plastik hitam (M1), (c) Mulsa plastik transparan (M2), sedangkan faktor kedua adalah aplikasi limbah kubis, yaitu: (1) tanpa limbah kubis (K0), dan (2) pembenah limbah kubis 4 kg/m2 (K1), dan (3) pembenah limbah kubis 8 kg/m2 (K2). Sebelum diaplikasikan, limbah kubis dicacah, dan kemudian diaduk dengan tanah sedalam 20 cm.  Masing-masing perlakuan diulang 4 kali.  Pengambilan sampel tanah untuk pengamatan populasi bakteri dilakukan satu dan dua bulan setelah perlakuan.  Parameter yang diamati adalah suhu tanah, populasi R. solanacearum, dan populasi bakteri bermanfaat, antara lain Bacillus sp dan P fluorescent.  Pengambilan 9 sampel tanah untuk analisa populasi bakteri dilakukan secara komposit sesuai perlakuan.  Jahe ditanam pada pertengahan September 2010.  Jahe putih besar ditanam dengan jarak tanam 40 cm x 60 cm. Ukuran plot adalah 2 m x 5 m, sehingga setiap plot terdiri atas 45 tanaman.  Pemupukan Urea 400 kg/ha, diberikan pada umur 1, 2, 3 bulan setelah tanam (BST). Pupuk SP-36 300 kg/ha, KCl 300 kg/ha dan pupuk kandang 2 kg/tanaman diberikan pada saat tanam.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan mulsa plastik secara nyata dapat meningkatkan suhu tanah.  Perlakuan mulsa plastik transparan cenderung menurunkan  populasi bakteri R. solanacearum. Sampai umur 2 bulan setelah tanam tidak ada indikasi serangan layu bakteri pada pertanaman jahe.

 

ABSTRACT

Ralstonia solanacearum causes bacterial wilt disease is still a major problem in the cultivation of ginger. Efforts to control this disease has been done in various ways such as use of free of pathogens land, sanitation, crop rotation and use of pesticides and natural enemies.  Another way to control pathogenic is soil solarization, a process of cleaning the soil of pathogenic microorganisms through the capture of solar radiation in the soil. Through soil solarization there is a change of physical, chemical and biological soil. The experiment was conducted at the Garden Experiments Sukamulia, Sukabumi, Latosol soil type, altitude 550 m above sea level, climate type B (Schmidt & Ferguson). The soil was covered using plastic mulch. The design used was randomized factorial, the first factor is the application of plastic mulch types, namely (a) Without mulch (M0), (b) black plastic mulch (M1), (c) transparent plastic mulch (M2), while the second factor is the application of cabbage waste, namely: (1) without waste of cabbage (K0), and (2) waste cabbage of 4 kg/m2 (K1), and (3) waste cabbage of 8 kg/m2 (K2).  The cabbage waste were chopped, and mixed with the soil as deep as 20 cm. Each treatment was repeated four times.  Soil sampling for the observation of bacterial populations were taken one and two months after treatment. Parameters observed are the soil temperature, populations of R. solanacearum, and the population of beneficial bacteria, including Bacillus sp and P fluorescent.  Ginger was planted in mid of September 2010. White ginger were planted with a spacing of 40 cm x 60 cm. Plot size was 2 mx 5 m, so that each plot consisted of 45 plants. Urea fertilization of 400 kg/ha, was given at ages 1, 2, 3 months after planting (MAP). 300 kg SP-36/ha, 300 kg KCl/ha and 2 kg manure/plant were given at planting time. The results showed that the closure of plastic mulch can significantly increase soil temperature. Transparent plastic mulch treatment tends to reduce the population of R. solanacearum. Until 2 months after planting there was no indication of bacterial wilt attacks on ginger crop.

 

Download Full Text 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *