Bimbingan Teknis Perbenihan dan Budidaya Tanaman Lada di Subang

Dalam upaya untuk mengakselerasi terbentuknya kawasan rempah di Kabupaten Subang, Balittro mengadakan bimbingan teknis perbenihan dan budidaya tanaman lada pada tanggal 13 april dengan jumlah peserta 100 orang. Pemerintah Kabupaten Subang Jawa Barat saat ini diharapkan segera menetapkan tata ruang lahan pertanian, khususnya untuk kawasan rempah. Kebijakan ini perlu diwujudkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Perda ini dirancang untuk mensinergiskan antara kebijakan pemerintah daerah dengan pemerintah Pusat.

Acara bimbingan teknis ini dibuka langsung oleh Kepala Balittro Dr. Wiratno didampingi oleh Kepala Seksi Jasa Penelitian Balittro Dra. Nur Maslahah, Msi serta Narasumber Perbenihan Lada Dra. Endang Hadipoetyanti, MS dan Narasumber Budidaya Tanaman Lada Ir. Agus Ruhnayat. Dalam sambutannya Dr. Wiratno sangat gembira dengan antusiasnya petani mengikuti Bimbingan teknis ini yang berasal dari empat desa kawasan rempah-rempah Subang. Ciri khas desa yang maju itu bisa dilihat dari antusiasnya kehadiran petani disetiap pelatihan/bimbingan yang diberikan, saya yakin daerah ini akan tumbuh menjadi sentra rempah lebih cepat,”ujar Dr. Wiratno.

Tanaman rempah-rempah memang selama ini dipercaya mampu menjadi sumber utama penghasilan keluarga. Kawasan rempah Subang ini bisa berkontribusi dalam program perbenihan tanaman perkebunan di Kementerian Pertanian. Sejak tahun 2019 ini sampai dengan lima tahun ke depan, Direktorat Jenderal Perkebunan ditargetkan bisa menghasilkan 500 juta benih tanaman perkebunan dengan nama program BUN500, dalam program tersebut ada 3 jenis tanaman Balittro yakni Tanaman Pala, Lada dan Cengkeh,”ujar Dr. Wiratno.

Raja Lembaga Adat Keratwan (LAK) Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi menyambut gembira potensi bisnis benih terebut, menyampaikan kesiapannya untuk segera berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah kabupaten Subang untuk menjadikan Subang sebagai Pusat Benih Perkebunan Nasional. “Lahan yang tersedia bisa digunakan untuk memproduksi benih tanaman perkebunan, dan sumberdaya petani juga saya yakin siap tersedia,” kata Evi Silviavi.

Harapannya dengan kegiatan Bimbingan teknis ini bisa menambah wawasan para petani mengenai teknis perbenihan dan budidaya tanaman lada sehingga Lahan yang digunakan di empat desa yakni desa Cikadu, Cirangkong, Bantarsari dan Desa Cibalandong Jaya sehingga ditetapkan menjadi kawasan rempah dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. (Efiana/Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *