Kunjungan Edukasi dan Demo Olahan Rempah Asli Indonesia Peserta dari Masyarakat Umum Sejabotabek

Pada Tanggal 10 April 2019, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) menerima kunjungan edukasi dan demo olahan rempah asli Indonesia, peserta terdiri dari masyarakat umum Sejabotabek. Kegiatan ini diterima langsung oleh Kepala Balittro Dr. Wiratno dan didampingi oleh Kepala Seksi Jasa Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Dra. Nur Maslahah, Msi serta narasumber dari Perintis Sekolah Rempah Nusantara Prapti Wahyuningsih.

Dalam sambutannya Wiratno menyambut gembira inisiatif yang dipelopori langsung oleh masyarakat untuk mengembangkan tanaman rempah Indonesia. Balittro sebagai balai yang melakukan penelitian tanaman rempah sangat membuka peluang kepada masyarakat untuk berkolaborasi memberikan bimbingan teknis.

Sejak jaman dulu dunia telah mengenal dengan baik komoditi rempah-rempah. Namun sayangnya komoditi ini banyak dijual atau diekspor dalam bentuk gelondongan, padahal kalau diolah terlebih dahulu maka nilai jualnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual gelondongan,”tutur Prapti Wahyuningsih.

Kegiatan di Balittro hari ini selain kegiatan kunjungan Edukasi diadakan pula demo pembuatan olahan rempah asli Indonesia diantaranya pembuatan sabun dan kosmetika dari lerak yaitu tanaman tradisional yang punya nama lain lamuran dan dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional dengan narasumber dari pelaku usaha Sekolah Rempah Nusantara Bandung Prapti Wahyuningsih. Tumbuhan lerak berbentuk pohon dan rata-rata memiliki tinggi 10 m walaupun bisa mencapai 42 meter dengan diameter 1m, pohon ini setara dengan kayu jati dan banyak ditebang karena bernilai ekonomis tinggi. Bijinya mengandung saponin yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci. Dapat digunakan sebagai pembersih (deterjen) dan kandungan racun biji lerak juga berpotensi sebagai insektisida.

Dari lerak, Prapti bisa menghasilkan beragam produk diantaranya hand body, bahan lulur untuk mandi, sampo dari buah kelerak (Lerak) dan jeruk lemon. Tak hanya itu, Prapti juga menghasilkan godogan Wedang Uwu yang bisa digunakan untuk mengatasi kolesterol, melancarkan peredaran darah dan anti oksidan.

Dengan kegiatan ini harapannya dapat berbagi pengetahuan kepada masyarakat agar mampu mengolah tanaman obat ini menjadi produk olahan sekaligus mencerdaskan masyarakat dalam membangun rempah nasional. (Efiana/Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *