Sosialisasi Tingkat Kesiapterapan Teknologi Bagi Peneliti di Balittro

Sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas penelitian, diadakan sosialisasi tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) bagi seluruh peneliti di Balittro. Sosialisasi dilaksanakan pada hari Rabu 23 Januari 2019 di Ruang Myrtaceae. Acara dibuka oleh Kasie Yantek Dr. Melati kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si (Kepala BPATP).

Narasumber menyampaikan bahwa pada hakekatnya TKT merupakan sebuah indikator yang menunjukkan seberapa siap/ matang suatu teknologi untuk diterapkan dan diadopsi pengguna dimana antara satu tingkat dengan tingkat lainnya saling terkait dan menjadi landasan bagi tingkatan berikutnya. Untuk percepatan bisa loncat TKT, tidak harus selalu mulai dari awal (TKT 1), bisa langsung TKT 5
– ROPP mulai tahapan TKT 3.
– Kebanyakan peneliti hanya berada di TKT 4 sehingga terjadi stagnasi dan belum cukup untuk KI.
– Saat menyusun proposal KI dapat dicapai pada tahapan TKT 5 dan 6.
– Pada TKT 5 prototipe teknologi siap diuji di lab, bisa modifikasi di lingkungan dan bisa di integrasikan.
– Pada TKT 6 sudah dilakukan analisis sosial ekonomi, mula membuat klaim untuk paten namun kebaruan masih harus disimpan.
– Pada TKT 7 dilakukan uji multilokasi, harus dikawal sehingga dokumen lengkap, sudah muncul KI.
– Pada TKT 8 dilakukan sosialisasi dan diseminasi, proses penguatan dan standarisasi, koordinasi lintas teknologi sangat penting.
– Pada TKT 9 jika dalam proses sebelumnya ada perubahan desain, perlu diulang kembali dengan melibatkan stakeholder.

Selanjutnya dipaparkan mengenai metode perhitungan TKT dengan Tekno-meter yang disampaikan oleh Dr. Ir. Toto Sutater, M.S. Terdapat 9 tingkatan dalam TKT yang perlu diperhatikan oleh peneliti. Penjelasan mengenai TKT ini sangat penting untuk mengetahui posisi penelitian saat ini serta dalam mengatur strategi untuk dapat naik ke TKT berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *