Monitoring Program #Bekerja

Dalam rangka optimalisasi Kegiatan Program #Bekerja Kementerian Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) mengadakan kegiatan monitoring Perkembangan Ayam KUB Rumah Tangga Miskin (RTM) di Desa Neglasari dan Desa Tanjung Jaya Kec. Pakenjeng Kab. Garut Jawa Barat yang  dilaksanakan pada tanggal 9-11 Nopember 2018.

Hasil monitoring didapat bahwa  sampai dengan minggu ke 4, jumlah populasi ayam hidup di Desa Neglasari berjumlah 12.094 ekor dengan tingkat  kematian sekitar  2,85% dari jumlah populasi 12.450 ekor. Penyebab kematian dikarenakan kedinginan dan peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Jenis vaksin yang telah diberikan yaitu Vaksinasi ND-IB 4, Gumboro 7 dan Gumboro 21 serta waktu vaksin di minggu ke dua, ketiga dan ke 4.

Di Desa Tanjung Jaya, jumlah populasi ayam hidup berjumlah 7.950 ekor dari sebaran 164 RTM dengan persentase tingkat kematian cukup tinggi yaitu 3,04%. Penyebab kematian diakibatkan karena terjepit, tetelo, berak darah dan kebersihan kandang kurang terjaga.

Tabel  Jumlah Populasi ayam hidup, ayam dan tingkat kematian ayam KUB di dua Desa Kec. Pakenjeng Kab. Garut Provinsi Jawa Barat.

 

Desa

∑ RTM ∑ Populasi (ekor) ∑ Ayam hidup (ekor) Ayam Mati (Ekor) % Tingkat Kematian Penyebab Kematian
Neglasari 249 12.450 12.094 356 2,85 Kedinginan
Tanjung Jaya 164 8.200 7.950 250

 

3,04 Terjepit, Tetelo, berak darah, kebersihan kandang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *