Koordinasi Pemberdayaan UMKM Bidang Obat Tradisional, Kosmetika dan Pangan

Rapat Pemberdayaan, Pembinaan dan Pengembangan Usaha dan Industri Mikro Kecil Menengah di Bidang Obat Tradisional, Kosmetika dan Pangan UMKM Hebat (Holistik, Efektif, Bersinergi, Akurat dan Terpadu) dihadiri oleh Kepala Balitbangtan Kementan (Dr. M. Syakir), didampingi oleh Kepala Balittro (Dr. Wiratno), Menteri Perdagangan (Drs. Enggartiasto Lukita), Menteri Desa Tertinggal (Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.BA), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindusrian, Kementerian Koperasi, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Rapat diadakan di Hotel Borobudur, Jakarta (26/02/2018).

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan/pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, jumlah UMKM yang ada sebanyak 56 juta dan sejumlah 39,2 juta (70 %) bergerak dibidang pangan.

Koordinasi rapat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM pangan dalam memenuhi persyaratan, sehingga mencapai output tersosialisasinya prinsip keamanan pangan kepada 18.720 pelaku UMKM pangan umum menuju SPP-IRT, terlatihnya fasilitator/kader keamanan pangan sebanyak 786 orang dan terfasilitasinya secara intensif untuk mendapatkan izin edar produk (BPOM MD) sebanyak 10 UMKM. Sasaran penerima manfat adalah Pelaku UMKM pangan dan Politeknik Kesehatan dan Organisasi Masyarakat (yang menjadi Fasilitator/Kader).

Program kegiatan terkait peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM pangan yang di sepakatan antara BPOM dan Bekraf yang akan ditandatangani akhir Februari 2018 memiliki target dalam Jangka Pendek (Pembinaan langsung), Jangka Menengah (Pembinaan tidak langsung/berjenjang), Jangka Panjang (Pendampingan intensif) dan Produk Informasi Keamanan Pangan (PIKP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *