Balittro persiapkan pelepasan Purwoceng

Purwoceng (Pimpinella pruatjan) merupakan tanaman obat asli Indonesia berkhasiat afrodisiak, tumbuh di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, yang dikatagorikan sebagai species tanaman langka. Kandungan bahan aktif dan pemanfaatannya di dalam pemeliharaan kesehatan sudah banyak diteliti, namun belum tersedia varietas unggul yang sudah dilepas, terutama untuk spesifik lokasi, diluar habitat alaminya.

Pelepasan varietas unggul purwoceng  bertujuan untuk memenuhi ketentuan Undang Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman sehingga petani dapat memiliki standar varietas untuk di budidayakan.

Balittro sedang mempersiapkan pelepasan purwoceng dengan tahapan saat ini yaitu telah dilakukan pendaftaran Varietas purwoceng Pruacan 1 di Dirjen perbenihan hortikultura dan Biofarmaka. Ciri morfologi yang khas dari varietas tersebut adalah mempunyai batang, tangkai daun dan tulang daun berwarna merah keunguan.

Tanaman berhasil diadaptasikan pada kondisi agroekologi Gunung Putri, dengan ketinggian tempat 1500 m dpl. Produksi simplisia segar yang berupa akar sekitar 9.27 g/tanaman, terna sekitar 17.17 g/tanaman dan total sekitar 26.43 g/tanaman. Mutu purwoceng Pruacan1 lebih baik dari pertanaman di habitat aslinya (ketinggian 2000 m dpl.) pada kandungan sitosterol 0.69% (daun) dan 1.10% (akar); stigmaterol 0.84% (daun) dan 1.09% (akar); bergapten 0.23% (daun) dan 0.63% (akar); saponin 0.86% (daun) dan 0.90% (akar); kadar sari larut air 28.67% (daun) dan 28.36% (akar); kadar sari larut alkohol 11.86% (daun) dan 10.06% (akar).

  Tabel 6. Deskripsi Varietas Unggul Purwoceng  PRUACAN 1  
Asal : Populasi turunan asal Desa ekunang, Kecamatan Kejajajr, DT. Dieng, Kabupaten Wonosobo
Silsilah : Seleksi massa
Golongan varietas : Bersari bebas
Panjang Tangkai Daun (cm) : 7.8  ± 1,92
Panjang Tulang Daun (cm) : 17,4 ± 2,08
Panjang Daun (mm) : 19,2 ±  0.67
Lebar Daun  (mm) : 16,02  ±  0.42
Tebal Daun (mm) : 0.38  ± 0.088
Diameter tangkai daun (mm) : 2,00 ± 0,76
Diameter tajuk (cm) : 17,4  ± 3,72
Jumlah pelepah daun : 12,8 ± 2,88
Jumlah anak daun : 11,7 ± 2,08
Tipe daun : Majemuk menyirip gasal, berhadapan
Phyllotaxis : Roset
Warna Daun Muda Permukaan Atas : Hijau GB 143*
Warna Daun Muda Permukaan Bawah : Hijau GB 143*
Warna Daun Tua Permukaan Atas : Hijau GA 139*
Warna Daun Tua Permukaan Bawah : Hijau GA 137*
Warna Tangkai Daun Permukaan Atas : Merah-Keunguan GA N79*
Warna Tangkai Daun Permukaan Bawah : Merah-Keunguan GA N79*
Warna Tulang Daun Atas : Merah-Keunguan GC N79*
Warna Tulang Daun Bawah : Merah-Keunguan GB N79*
Warna Batang : Merah-Keunguan GA N79*
Bentuk tepi daun : Bertoreh, menggerigi dengan inggit berukuran kecil
Bentuk ujung daun : Tumpul
Bentuk Batang : Bulat
Tekstur Permukaan Daun : Permukaan atas daun halus, bergelombang
Bunga    
Tipe pembungaan : Bunga majemuk bentuk tandan
Jumlah tangkai bunga/tandan : 7,0 ± 1,03
Panjang tangkai bunga (cm) : 2,87 ± 0,03
Jumlah anak bunga : 19,2  ± 2,84
Panjang tandan anak bunga (cm) : 1,13 ± 0,65
Jumlah bulir bunga : 10,62 ± 3,81
Jumlah mahkota bunga : 5,0 ± 0,03
Jumlah kelopak bunga : 7,0 ± 0,03
Warna mahkota bunga : Putih kemerahan
Warna kelopak bunga : Hijau
Warna anter : Merah-keunguan
Warna biji muda : Hijau, pada bagian ujung biji berwarna merah keunguan
Letak bunga Jantan : Mengelilingi bunga betina dengan ukuran lebih panjang dari bunga betina, masak lebih awal dari bunga betina
Letak bunga betina : Pada bagian tengah bunga, berwarna putih (sangat kecil, hampir tidak terlihat), dikelilingi bunga jantan
Produksi simplisia segar    
Akar (g/tanaman) : 9.27 ± 2.39
Terna (g/tanaman) : 17.17 ± 10.72
Total (g/tanaman) : 26.43 ± 13.02
Estimasi produksi per ha (populasi 62.500

tanaman pada jarak tanam 40 x 40cm)

: 838,13 – 2465 kg/ha (simplisia segar)
Kandungan Mutu dan Bioaktif (%)    
Daun    
Kadar Air : 7.80 ± 1.980
Kadar Abu : 10.46 ± 0.516
Kadar abu tak larut asam : 0.50 ± 0.487
Kadar sari larut air : 28.67 ± 15.804
Kadar sari larut alkohol : 11.86 ± 2.503
Kadar Sitosterol : 0.69 ± 0.347
Kadar Stigmasterol : 0.84 ± 0.820
Kadar Saponin : 0.86 ± 0.028
Kadar Bergapten : 0.23 ± 0.170
Akar :  
Kadar Air : 7.52 ± 2.333
Kadar Abu : 12.05 ± 1.619
Kadar abu tak larut asam : 0.26 ± 0.170
Kadar sari larut air : 28.39 ± 1.612
Kadar sari larut alkohol : 10.06 ± 4.893
Kadar Sitosterol : 1.10 ± 0.354
Kadar Stigmasterol : 1.09 ± 0.750
Kadar Saponin : 0.90 ± 0.085
Kadar Bergapten : 0.63 ± 0.339
Keterangan : Sesuai dikembangkan di Gunung Putri dengan ketinggian 1500 m dpl., dan daerah lain dengan kondisi agroekosistem serupa
Identitas Populasi Induk : Tanaman ada di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Nomor Populasi Induk : Pipru-05
Penciri utama : Warna tangkai daun dan tulang daun merah keunguan
Pengusul : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Peneliti : Otih Rostiana, Wawan Haryudin, Rosita SMD, Sitti Fatimah Syahid, Susi Purwiyanti, Agus Wahyudi
Teknisi : Siti Aisyah, Dadi Djumadi, Noviar
Pemilik Varietas : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo

 

4 thoughts on “Balittro persiapkan pelepasan Purwoceng

  • Minggu Juli 21st, 2019 at 03:46
    Permalink

    *The next time I read a blog, I hope that it doesnt disappoint me as much as this one. I mean, I know it was my choice to read, but I actually thought youd have something interesting to say. All I hear is a bunch of whining about something that you could fix if you werent too busy looking for attention.

    Reply
    • Senin Juli 22nd, 2019 at 01:14
      Permalink

      Thank you for your visiting to website Balittro.

      Reply
  • Senin Juli 22nd, 2019 at 05:24
    Permalink

    *I was very pleased to find this web-site.I wanted to thanks for your time for this wonderful read!! I definitely enjoying every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you blog post.

    Reply
    • Rabu Juli 24th, 2019 at 01:27
      Permalink

      Thank you for your visiting to website Balittro.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *