Meningkatkan Kualitas Terbitan Berkala Ilmiah

Publikasi adalah bukti pertanggung jawaban Peneliti atas pekerjaan yang dilakukannya, demikian Sekretaris Badan Litbang Pertanian, Dr. M. Prama Yufdy menyatakan dalam arahannya pada Pertemuan Koordinasi Pengelola Terbitan Berkala Ilmiah (TBI) lingkup Balitbangtan yang diselenggarakan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Bogor, 2/02/2018).

Publikasi juga merupakan unsur utama Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang berprofesi peneliti. Oleh karena itu sudah semestinya Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh institusi lingkup Balitbangtan dibanjiri naskah publikasi hasil penelitian yang setiap tahun dibiayai negara.
Mengapa banyak jurnal ilmiah di Balitbangtan kekurangan naskah? Mengapa sulit sekali memperoleh naskah layak terbit?

Karya tulis ilmiah (KTI) yang akan diterbitkan dalam TBI harus memenuhi kriteria standar tertentu dalam penulisan dan mengikuti rambu-rambu yang tertuang di dalam “Pedoman bagi Penulis/Guidelines for the Author”, agar dapat memenuhi persyaratan terbit pada jurnal dimaksud.

Jurnal ilmiah zaman now juga sudah menerapkan open journal system (OJS) secara online dan sistem sitasi daftar pustaka otomatis (citation and reference manager), misalnya menggunakan aplikasi Mendeley. Apakah kita sudah familiar dengan hal-hal tersebut di atas? Mari kita bebenah, untuk lebih baik dari hari ini, mengaktualisasi jati diri Peneliti dengan menulis KTI berkualitas (Otih Rostiana/Balittro).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *