Kesuksesan Tim Upsus Panen Raya Tasikmalaya Hasilkan 7,52 Ton/Ha Gabah

Hari ini (24/1) panen raya tepatnya di desa Sukaratu Kecamatan Sukaratu. Rombongan disambut oleh kesenian daerah, hamparan seluas 40 Ha siap untuk panen raya dari total keseluruhan 100 ha yang terbagi dari 2 desa yaitu desa Sukaratu dan desa Sinagar Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Adapun varietas padi yang ditanam adalah ciherang, C4, dan inpari 30.

 

Panen raya oleh Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum S.E, didampingi oleh Sekdes H. Yayat Sukayat SP.MP, Waaster Kodim 3 Siliwangi Letkol Inf. Muklis, Ka Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Inf. Nur Ahmad, Kepala Badan Karantina Kementan Ir. Banun Harpini, MSc , Ka Balittro Dr. Wiratno M.Emv, Mgt, Kadis Pertanian Tasikmalaya  Dr. Muhamad Zein, Kabid Pengadaan Bulog Iwan Nurwansyah, serta gapoktan desa Mitra Sabanda, gapoktan Kecamatan Ratu Galunggung bersiap untuk panen raya di lokasi.

 Sambutan diawali oleh Bupati Tasikmalaya menyampaikan bahwa sejak awal saya menjabat di Tasikmalaya sangat berkomitmen dan fokus pada bidang pertanian, dan seminimal mungkin dalam bidang manufaktur kenapa? Karena pertanian merupakan tonggak kehidupan. Wilayah Tasikmalaya telah mempunyai gudang yang menampung hasil panen masyarakat secara gratis. Kwitansi penyimpanan petani bisa di jaminkan ke Bank, hal ini untuk mengatasi masalah harga yang fluktuatif yaitu jika harga turun hasil pertanian silahkan tetap disimpan dan apabila harga mulai naik atau normal bisa dijual.

Ka Badan Karantina Ir. Banun Harpini, MSc selaku Ketua Tim Upaya Khusus Swasembada (Upsus) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) Provinsi Jawa Barat bersama tim Upsus Jabar meminta Perum Bulog didampingi TNI AD di Kodim setempat dapat menyerap gabah dengan gerak cepat ke petani, sehingga tidak kalah langkah dengan para oknum tengkulak yang membeli Gabah Kering Panen (GKP) dibawah ketentuan pemerintah sehingga merugikan petani. Fokus pada pendampingan petani agar dapat menghasilkan gabah dengan kuantitas dan kualitas sesuai dengan ketentuan. Harapannya upaya ini juga dapat mencapai target serap gabah sebanyak 1.3 juta ton beras di tahun 2018. Target ini bukan hal yang mustahil karena pernah di capai di tahun 2016 setelah sebelumnya di tahun 2017 hanya 1,2 juta ton beras. Tim upsus memastikan upaya program ini, yang sudah kita lakukan dari september dan November hasilnya cukup memuaskan. Dan untuk panen di Tasikmalaya sekarang ini mencapai 7,52 ton/ha.

 

Untuk panen kali ini Bulog dengan petani bertemu langsung secara simbolis menentukan harga jual gabah kering panen, hasil panen diborong oleh Bulog  GKP ditingkat petani seharga Rp. 5.400,-/kg. Dengan total area yang dipanen saat ini 40 Ha yang akan terus berlanjut panen raya pada bulan ini, begitu juga dengan musim tanam sehingga setiap saat panen tetap bisa dilakukan.

Panen dan terus panen sampai nanti puncaknya pada bulan Februari, Maret dan April, swasembada beras merupakan harga mati dan target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *