Peran Aktif Serta Komitmen Kementan, Pemda, Bulog dan Gapoktan Untuk Panen Raya Padi Kabupaten Garut

Hari ini (23/1) panen raya tepatnya di lakukan di desa Karangsari Kecamatan Pangatikan. Cuaca cerah dengan hamparan seluas 40 Ha siap untuk dilakukan panen raya dari total keseluruhan 165 ha yang terbagi atas 3 desa yaitu desa Karangsari dengan luas kurang lebih 70 ha, Cimaragas 45 ha, dan desa Cipari yang terletak di Kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Sukawening tetapi masih satu hamparan seluas 50 ha.

Panen raya dilakukan oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan SH. MH. MP, didampingi oleh Danrem Kolonel Inf. Tatan Ardianto S.Ip, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ir. Banun Harpini, MSc , Ka Balittro Dr. Ir. Wiratno M.Env, Mgt, Kadis Pertanian Garut Ir. Beni Yoga Gunasantika MP, Perwakilan Bulog, serta gapoktan kecamatan Pangatikan. Hasil ubinan diketahui bahwa produktivitas padi varetas Ciherang yg ditanam mengikuti pola jajar legowo 2;1 adalah 8.4 GKP ton/ha.

Sambutan diawali oleh Bupati Garut menyampaikan bahwa sesuai dengan tugas dan fungsinya, program dan kegiatan Dinas Pertanian adalah mendukung peningkatan produktifitas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Target utama Kabupaten Garut untuk sektor pertanian adalah mampu memproduksi gabah sebanyak 947,371 ton. Dalam upaya mendukung pencapaian tersebut, pada tahun 2018 ini Pemda setempat mendapatkan alokasi batuan sarana setara untuk 6.750 ha padi sawah dan 6.000 ha padi gogo. Sarana dan prasarana lain pun tetap diberikan namun secara proporsional.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Karantina Ir. Banun Harpini, MSc mengatakan bahwa tujuan UPSUS adalah untuk mengecek panen di Jawa Barat dengan mari sama-sama bertanggung jawab menyejahterakan petani dengan berkonsen pada gabah, jangan sampai gabah petani tidak lagi terserap oleh BULOG sehingga mengganggu stok beras nasional. Kita harus dapat saling menjaga agar petani jangan sampai menjerit tetapi  konsumenpun tidak terbebani.

Dandim memiliki mandat khusus untuk memantau harga di tingkat petani perhari, jangan sampai termanipulasi dan kalah cepat dengan tengkulak.

 

Dalam acara sergap Bulog dan petani bertemu langsung menentukan harga jual gabah kering panen dan tercapai kesepakatan harga Rp. 5.400,-/kg.

Kelemahan sektor pertanian secara umum ada pada pasca panen dan pemasarannya, maka dari itu akan dibangun tempat pengeringan dan penggilingan serta gudang oleh pemda bersama dengan bulog.

Kementan, Pemda, TNI dan jajaran UPSUS tak mau mendengar harga jatuh. oleh karena itu Kepala Badan Karantina pertanian menyampaikan bahwa bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman, akan mengecek langsung pada saat melakukan panen raya yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 10 Februari mendatang di kecamatan Pameungpeuk dan sekitarnya dengan luas hamparan mencapai 1700  ha.

Swasembada beras merupakan harga mati dan target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mudah-mudahan dapat tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *