Kepala Balittro Meninjau Lokasi Panen di Garut

Penanggung Jawab UPSUS Kabupaten Garut, Dr. Ir. Wiratno M.Env.Mgt, bersama Dinas Pertanian dan TNI meninjau Lokasi Panen padi di Garut (18/1). Sebelumnya telah dilakukan rapat Koordinasi di Kodim 0611 Garut yang dihadiri oleh Dandim dan Pasiter Kab Garut, Letkol Infantri Asyraf Aziz, dan Kapten Infantri Udin Saefudin, Kepala Gudang BULOG Bapak Endang Rahmawan, hadir pula Dudung Sumirat, SP, MP. dan Ummu Kulsum, SP, MP. dari Dinas Pertanian Kab Garut.

Panen raya dalam rangka mendukung UPSUS menuju swasembada beras berkelanjutan di daerah Garut rencananya akan dilakukan di desa Karangsari Kecamatan Pangatikan seluas 10 ha namun hamparan tanam padi seluruhnya di beberapa desa di kecamatan tersebut mencapai 165 Ha. Harga gabah di daerah tersebut mencapai Rp. 5.500 karena hasil panen akan digunakan sebagai benih sejalan dengan telah ditetapkannya lokasi tersebut sebagai desa mandiri benih.

 

Secara umum produksi beras di daerah Garut tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya didukung oleh rendahnya tingkat serangan hama pada musim tanam ini. Tahun ini stok beras di Kab Garut aman meskipun hasil panen banyak yang dibeli dan langsung dibawa pedagang ke daerah-daerah lain termasuk ke pasar induk di Jakarta. Setiap hari panen dimana-mana, hal ini dikarenakan penanaman padi tidak merata, khususnya di Garut daerah tengah dan Utara demikian ungkapan sdr Dudung Sumirat SP, MP selaku perwakilan dari Dinas Pertanian Kab Garut. Dinas Pertanian bersama TNI terus melakukan monitoring di lapangan untuk menjaga harga serta ketersediaan stok beras di masyarakat tetap terjamin.

Kegiatan panen yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 23 Januari akan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Garut, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan, wakil Aster KASAD, Dinas Pertanian, BULOG, Dandim, Danramil, Babinsa, Penyuluh Pertanian serta kelompok tani Sugih Mukti desa Karangsari Kecamatan Pangatikan. Setelah panen raya akan dilakukan diskusi antara pemerintah dengan petani untuk menggali berbagai permasalahan dan pemecahannya serta bagaimana memanfaatkan potensi daerah untuk meningkatkan produksi padi dalam jangka panjang serta perbaikan pasca panennya agar mutu tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *