Kunjungan Dinas Pertanian Bintuni untuk Pala dan Lada

Bogor (18/12) Mendapat kunjungan dari Dinas Pertanian Bintuni Papua Barat, yang diterima langsung oleh Kasie Jasa Penelitian Dra. Nur Maslahah M.Si, rombongan sejumlah 14 orang diantaranya adalah Ferdinand Manibuy, S.Pi, MM, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian teluk Bintuni, Samuel S. Ch Apalem Kasie Kelembagaan Metode dan Informasi, Kasie Keterniagaan, PPL, PPS, pelaksana bidang penyuluhan serta petani yang ikut dalam rombongan tersebut. Pertemuan membahas mengenai komoditi  tanaman rempah Lada dan  Pala.  Pala Fakfak (Myristica argantea Warb) dikenal juga dengan nama pala negeri atau pala papua.

Penyebaran tanaman banyak di wilayah Bintuni, Fakfak, Kaimana dan Seram.   Pertanaman sebagai hutan pala ataupun di budidayakan di kebun petani.   Perbedaan pala Banda dan pala Papua adalah  dalam hal morfologi tanaman, seperti bentuk batang, bentuk buah, aroma dan kandungan kimia biji/fuli. Akan tetapi pasar tetap menerima pala Papua sebagai salah satu komoditas ekspor rempah Indonesia sejak dulu.

Berdasarkan informasi sementara  hasil pertemuan  dengan Dinas Bintuni, dipaparkan bahwa di Wilayah Bintuni terdapat banyak pala Papua dengan hamparan yang luas, mempunyai kharakteristik batang ada yang kasar  dan ada yang setengah kasar. Hasil identifikasi  petugas dan masyarakat setempat terdapat lima jenis bentuk buah/biji diantaranya bulat, dan  agak lonjong. Bentuk buah/biji bulat  besar dan produksi tinggi  mempunyai peluang  sebagai varietas unggul lokal yang baru. Perlu dilakukan  re-identifikasi  untuk memetakan dan memilih blok observasi  sebagai data dukung di dalam pelepasan varietas. Blok observasi terpilih  adalah hamparan tanaman produktif yang mempunyai  karakter morfologi  tanaman, bentuk buah dan biji hampir sama, selanjutnya diseleksi pohon induk terpilih (PIT) yang mempunyai produksi dan mutu tinggi.

Ir. Sri Wahyuni sebagai pemulia dan genetika tanaman menambahkan, hasil observasi pertanaman pala Papua di wilayah Kabupaten Fakfak telah diperoleh varietas unggul pala berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 95/Kpts/KB.010/2/2017  dengan nama varietas Fakfak. Observasi dilakukan terhadap sifat morfologi tanaman, produksi serta mutu produk (biji, fuli, minyak atsiri), serta OPT yang ada di lapangan.

Dari hasil diskusi rombongan berkesempatan untuk melihat langsung mengenai lada dan pala di UPBS serta bisa bertanya langsung mengenai teknis serta teknologi yang bisa dibawa dan diterapkan untuk masyarakat di Papua khususnya.

One thought on “Kunjungan Dinas Pertanian Bintuni untuk Pala dan Lada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *