Kunjungan Kerja Anggota Komisi II DPRD Kabubaten Bangka untuk peningkatan Produksi Lada

Bogor (20/12) Studi banding anggota komisi II DPRD Kabupaten Bangka (8 anggota dan 3 orang pendamping) ke Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dikhususkan mengenai varietas lada. Perhatian anggota dewan ini tak lepas dari posisi Bangka Belitung sebagai salah satu daerah penghasil lada yang memang sudah dikenal khalayak. Lada putih dan lada hitam memiliki banyak sekali manfaat dan kegunaan. Pada lada terdapat kandungan zat kimia antara lain minyak eteris, resin, alkaloid dan beberapa jenis senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Bila kita mengamati perkembangan harga lada tiga tahun terakhir, di Bangka Belitung khususnya dan internasional umumnya maka harga lada cenderung mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga seperti ini sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh petani lada tidak terkecuali petani lada di Bangka Belitung. Pasar potensial lada hitam dan lada putih tidak hanya di dalam negeri saja, tetapi juga luar negeri.

Kunjungan diterima oleh Kasie Jasa Penelitian Dra. Nur Maslahah, M.Si dan Kepala Balai Dr. Ir. Wiratno serta didampingi oleh peneliti Dr. Ir Usman serta Dr. Dono Wahyuno. Kepala balai sangat senang dengan adanya kunjungan tersebut semoga kunjungan kali ini dapat memberikan manfaat dengan banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh petani lada, khususnya di Kabupaten Bangka. Hal itu harus kita tangani sebagaimana Balai sebagai bagian dari pemerintah dengan tupoksi rempah ini. Harapan Balittro memiliki formula pestisida yang sifatnya endemis, dan hal ini sudah dilakukan di Kebun Percobaan serta mendapatkan hasil yang signifikan.

Permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Bangka adalah penyakit kuning, busuk pangkal batang serta penggerek batang lada. Seperti yang disampaikan dalam diskusi bahwa di Bangka sudah memiliki varietas unggul tetapi saat ini kondisi sudah rusak dan tidak produktif dikarenakan hal klasik yaitu penyakit serta siklus petani yang kurang konsisten. Tujuan disini mencari simpul pemecahan masalah bersama. Kebijakan strategis yang nantinya dapat memecahkan masalah di daerah yang bisa diambil oleh anggota dewan.

Masalah lada bukan beban dari segi pertaniannya saja tapi juga harus ada campur tangan dari pemerintah (industri) kata Ir Usman M.Agr.Sc, baru-baru ini kita menghadiri poros maritim berbasis rempah, juga Vietnam yang sharing disini beberapa waktu yang lalu, dimana mereka berani membeli langsung dari petani dan apabila ada yang berani beli lebih tinggi maka pemerintah mempersilahkan. Perluasan lahan untuk budidaya lada saat ini sudah terdorong oleh perbanyakan kelapa sawit dalam 10 tahun terakhir areal pengembangan turun drastis. Disini peran anggota dewan yang membuat kemitraan tersebut mengatur dari hulu ke hilir.

Lada adalah tanaman yang sifatnya mudah menularkan penyakit yang tidak bisa diselesaikan satu-satu atau per petak petak, akan tetapi perlu adanya kerja yang terintegrasi semua yang dimulai dari adanya benih yang sehat, tambah Dr. Dono Wahyuno. Pembangunan kebun induk untuk produksi benih yang baik jika dilakukan dengan serius permasalahan diatas akan bisa diatasi bersama. Kita mempunyai teknologi yang siap untuk diaplikasikan kepada masyarakat, yang tentunya harus dikawal dan benar-benar diterapkan sampai dengan perkebunan lada itu berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *