Pengendalian Terpadu Hama Penggerek Batang Cengkeh

Oleh : Molide Rizal

Tanaman cengkeh yang nama ilmiahnya Syzygium aromaticum, dan sebelumnya disebut Eugenia caryophyllata, berasal dari Kepulauan Maluku. Sejak + 2000 tahun yang lalu di India dan Tiongkok, cengkeh dipakai sebagai rempah, untuk mengobati sakit gigi dan mencegah bau nafas yang tidak enak (Semangun, 2014).

Cengkeh merupakan bahan baku penting dalam industri rokok kretek sehingga menjadi salah satu produk rempah benilai ekonomi tinggi (Ruhnayat el al., 2014).  Daun, gagang bunga dan bunga cengkeh dapat disuling menghasilkan minyak cengkeh yang masing-masing memiliki karakteristik yang spesifik (Seno Broto, 2014). Komponen utama yang terkandung dalam minyak cengkeh adalah eugenol, yang kadarnya bervariasi antara 60 – 90 %. Komponen lainnya adalah kariofilena, humulena, dan eugenil asetat. Eugenol dan turunannya banyak digunakan dalam industri, terutama sebagai bahan dasar industri kimia khusunya flavor dan fragrans, farmasi, semen gigi, bahan aktif kemasan makanan, pakan ternak, serta penggunaan dalam dunia pertanian, seperti atraktan lalat buah, dan ‘obat bius sementara’ dalam penangkapan dan transportasi ikan (Safrudin, 2014), pestisida nabati (Manohara et al., 2014), obat untuk berbagai penyakit, rempah dan penyegar, juga sebagai alat untuk mempertahanan diri (Martosupono, 2014).

Tanaman cengkeh merupakan salah satu dari 127 komoditas binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, sesuai Keputusan Menteri Pertanian  No. 3599 Tahun 2009. Tanaman cengkeh telah ditetapkan sebagai salah satu dari       16 komoditas perkebunan unggulan nasional (Ditjenbun, 2015).

Download full papper disini

One thought on “Pengendalian Terpadu Hama Penggerek Batang Cengkeh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *