Pengalaman di ICEO 2017 Malang

Malang (12/10) International Conference of Essential Oil (ICEO) pertama kali di adakan oleh Pusat Unggulan IPTEK (PUI) dan Institut Atsiri Universitas Brawijaya di Hotel Atria dan Conference Malang, Indonesia pada tanggal 11 – 12 Oktober 2017.

Kegiatan ini bertema: “The Role of Science and Technology in Strengthening Innovation and Sustainability of Supply Chain in Essential Oil”.

ICEO 2017 memberikan kesempatan besar bagi calon peserta untuk berbagi pengetahuan teoritis terbaru, temuan dan pengalaman penelitian mereka dalam menangani penguatan inovasi dan keberlanjutan rantai pasokan dalam minyak atsiri. Selain itu, ICEO 2017 juga menampilkan presentasi oleh pembicara internasional yang merupakan topik sesi mutakhir.

Saya berkesempatan untuk sharing (berbagi) hasil penelitian kami yang berjudul : “Efficiency formulation of nano biopesticides citronella against mosaic virus on patchouli and its vector in the field” atas nama Rita Noveriza, Maya Mariana, Tri L. Mardiningsih dan Sri Yuliani. Ibu Sri Yuliani adalah partner kami dari Balai Besar Paspa Panen, yang membantu dalam pembuatan Nano Biopestisida. ICEO adalah ajang konferensi yang bergengsi.

Pada hari pertama: Banyak pengetahuan yang didapatkan: khususnya ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Keynote Speaker Yaitu dari Prof. Nicoletta Ravasio PhD (Professor pada National Research Council Italy-CNR ISTM yang berjudul “Improving the Value of Essential Oils Through Green Process” dan Prof. Chin Hang Shu, PhD (Professor pada Department of Chemical and Material Engineering, National Central University) yang berjudul “Microbial technology for the Production of Natural Aroma Compounds”.

Hari kedua: Presentasi dari Keynote Speaker: Prof. Philip Marriot (profesor Chemistry pada Monash University, Australia) yang berjudul “High Resolution Chemical Analysis of Essential Oil Constituents: Characterizing and Authenticating Essential Oils and their source”.

So surprises..!!!! banyak anak anak muda yang sangat terlatih mempresentasikan research nya dalam bahasa ratu Elisabeth ini….. Juga sebagai moderator…They are come from Brawijaya University. (Rita Noveriza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *