Pengembangan Pangan Fungsional Antioksidan

Salah satu penyebab meningkatnya penderita penyakit degeneratif di masyarakat adalah kerusakan sel tubuh sebagai akibat aktivitas unsur radikal bebas yang terdapat dalam bahan makanan. Keadaan ini bisa terjadi karena kurangnya asupan bahan-bahan aktif yang dapat mencegah reaksi autooksidasi dari radikal bebas tersebut. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dibutuhkan asupan makanan, baik berupa sayuran, buah-buahan yang merupakn sumber antioksidan. Aktivitas antioksidan dapat menangkap radikal bebas, sehingga sel-sel yang rusak dapat dicegah ataupun diperbaiki.

Selain dari sayuran dan buah sumber antioksidan juga dapat berasal dari tanaman  obat, jahe, mengkudu, lidah buaya, pegagan, temulawak, asitaba dan lain-lain. Senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman tersebut dapat bermanfaat sebagai sumber antioksidan misalnya flavonoid, tanin, dan polifenol dan lain-lain. Tanaman biofarmaka yang berfungsi sebagai antioksidasi dapat diformulasi menjadi pangan fungsional antioksidan dan menjadi menu sehari-hari. Temu-temuan yang digunakan dalam formula pangan fungsional berfungsi sebagai imunomodulator (daya tahan tubuh), growth regulator (meningkatkan nafsu makan) dan growth stimulator (mempercepat pertumbuhan badan), dan secara tidak langsung mengobati berbagai penyakit (Sumardi et al., 2007). Demikian juga diketahui ekstrak jahe, kunyit, temulawak, lengkuas mampu meningkatkan aktivitas sistim imun.

tanaman fungsional acitabaRadikal bebas didalam tubuh setiap orang dapat terjadi apabila daya tahan tubuh lemah. Penyebabnya adalah kurangnya asupan makanan yang bergizi terutama yang mengandung zat antioksidan sehingga daya tahan tubuh lemah. Selain itu juga disebabkan oleh faktor luar seperti, polusi udara dan zat-zat kimia. Salah satu alternatif untuk mengatasinya adalah mengkonsumsi suplemen antioksidan, karena antioksidan dapat menetralisir radikal bebas sehingga kerusakan sel-sel tubuh dapat dicegah atau diperlambat. Sumber antioksidan dapat berasal dari tanaman obat seperti jahe, pegagan, asitaba dan temulawak, umumnya berasal dari golongan fenol atau polifenol.

Balittro sebagai lembaga penelitian nasional melakukan kegiatan penelitian yang  bertujuan untuk mendapatkan formula pangan fungsional antioksidan yang efektif berbasis tanaman obat. Bahan baku yang digunakan adalah pegagan, asitaba, jahe merah, temulawak.

Kegiatan yang dilakukan terdiri dari penyiapan bahan baku, analisis bahan aktif dan aktivitas antioksidan masing-masing bahan, Diversifikasi produk menjadi minuman dalam betuk instan,sirup dan ekstrak kering sesuai dengan perlakuan. Parameter yang diamati adalah uji organoleptik (warna, rasa, aroma), aktivitas antioksidan, bahan aktif, pH, kadar air.

Secara tunggal ekstrak daun asitaba dan pegagan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan temulawak dan jahe merah. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap mutu sirup dan instan. Semakin lama formula disimpan, semakin menurun aktivitas antioksidannya. Formula minuman instan memberikan efek yang aktif sebagai imunostimulasi.

 

Uji Organoleptik Minuman Instan

Produk minuman instan sebanyak 7 formula diuji coba kebeberapa panelis dengan parameter aroma, rasa dan warna untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap minuman instan. Hasil pengamatan menunjukkan, warna yang paling disukai adalah formula temulawak, jahe merah (50:50) dengan skor nilai 6 (warna orange). Sedangkan aroma dan rasa formula yang paling disukai adalah asitaba dan pegagan (50:50) dengan nilai skor masing-masing adalah 4,71 dan 4,93 yaitu agak suka, aroma lebih segar dan rasa seperti teh.

Pengujian efikasi formula ke arah imunomodulator

Formula minuman instan diuji efikasi kearah imunomodulator dengan menggunakan hewan model yaitu mencit. Hasil pengujian menunjukkan kedua formula aktif dan menunjukkan efektivitas sebagai imunostimulasi. Produk pangan fungsional jika dikosumsi dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas), memperlancar dan membantu metabolisme tubuh serta menambah kesegaran tubuh. (Sofiana Bagem Sembiring)

2 thoughts on “Pengembangan Pangan Fungsional Antioksidan

  • Senin Juli 22nd, 2019 at 02:40
    Permalink

    wah artikel yang bagus dan menarik. terimakasih

    Reply
    • Rabu Juli 24th, 2019 at 01:26
      Permalink

      Terima kasih telah mengunjungi website Balittro.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *