Temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) merupakan tanaman obat asli Indonesia. Temulawak tumbuh baik dan dapat beradaptasi di tempat terbuka maupun di bawah tegakan pohon hingga tingkat naungan 40%. Potensi produksi varietas unggul temulawak bisa mencapai 20 – 30 ton per hektar.

Secara empiris, rimpang temulawak terbukti berkhasiat untuk kesehatan. Temulawak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bahkan berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa dari 609 produk jamu, 176 di antaranya mengandung temulawak dan penggunaannya terdapat di dalam 12 kelompok penyakit yang dapat diobati.

Temulawak tumbuh baik pada lokasi tipe iklim B dan C menurut Oldeman (1975), dengan curah hujan sekurang-kurangnya 1.500 mm/tahun, bulan kering 3-4 bulan per tahun, suhu udara rata-rata tahunan 19-30 oC, kelembaban udara 70-90%. Temulawak dapat ditanam di bawah tegakan dengan tingkat naungan maksimal 25%. Temulawak dapat tumbuh baik pada jenis tanah latosol, andosol, podsolik dan regosol yang mempunyai tekstur liat berpasir, gembur, subur banyak mengandung bahan organik, pH tanah 5,0 –6,5.

Pengolahan produk hilir temulawak yang didasarkan pada temuan bahan-bahan aktif yang terkandung di dalam temulawak mendorong peningkatan permintaan pasar akan produk-produk temulawak.

3 thoughts on “Temulawak

  • Selasa Agustus 22nd, 2017 at 05:59
    Permalink

    Bagaimana cara pemesanannya?

    Reply
    • Rabu Agustus 23rd, 2017 at 12:50
      Permalink

      silahkan menghubungi nomor balai untuk informasi ketersediaan dan prosedurnya. terima kasih

      Reply
    • Rabu Pebruari 28th, 2018 at 09:52
      Permalink

      Ibu dapat menghubungi UPBS Center Balittro di No 082260370004

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *