Prosiding Seminar Pertanian Organik

Seminar dibuka oleh Bapak Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Dalam sambutanya Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian menekankan pertanian organik dapat menjawab isu-isu global kelemahan Green Revolution untuk meningkatkan produksi pertanian yang telah menyebabkan eksploitasi lahan, penggunaan bahan sintetik seperti pupuk dan pestisida yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.
Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu produsen pertanian organik di tingkat regional Asia bahkan dunia, menginat posisi strategisnya yang memiliki iklim, kekayaan alam dan lahan yang mendukung pertania organik.
Beberapa kendala dalam mewujudkan pertanian organik, seperti rendahnya kandungan bahan organik (<1%) pada sebagian besar (60%) lahan pertanian, belum adanya pemetaan lahan pertanian organik, kurang disiplinnya petani dalam menggunakan input sehingga cenderung berlebihan telah menyebabkan rendahnya kualitas pangan dan daya saing produk Indonesia. Inovasi teknologi pertanian organik masih parsial dan berupa komponen-komponen yang belum terintegrasi. Dimensi pertanian organik harus mencakup inovasi teknologi yang berbasis bio-science, lingkungan, social dan ekonomi, serta kelembagaan. Oleh karena itu perlu upaya yang “massive” dan terintegrasi dari semua pihak.
Publikasi terbaru dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *